- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Tingkatkan Ekspor Emas Hijau Indonesia Bidik Pasar Eropa

Keterangan Gambar : Emas hijau rumput laut. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Indonesia membidik negara-negara eropa sebagai pasar ekspor rumput laut. Melalui pameran Food Ingredients Europe (FIE) 2022 di Paris, Prancis. Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan pasar produk olahan 'emas hijau'.
"Secara umum produk olahan yang kami bawa ke sini (Paris) memiliki keunggulan karena dihasilkan dari bahan baku rumput laut dengan kualitas terbaik dari Indonesia," kata Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ishartini melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (11//12/2022).
Ishartini mengungkapkan KKP melibatkan 7 perusahaan eksportir utama olahan rumput laut seperti karaginan dan agar (hydrocolloid). Ketjuh perusahaan tersebut: PT. Hakiki Donarta, PT. Surya Indoalgas, PT. Amarta Carrageenan Indonesia, PT. Hydrocolloid Indonesia, PT. Rote Karaginan Nusantara dan PT. Agar Swallow.
Baca Lainnya :
- Prosesi kirab dan Resepsi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina di Solo, Simak Rangkaian Acaranya0
- TNI AL Bangun 2 Kapal Patroli Cepat Diproduksi di Dalam Negeri0
- Libur Nataru, 62 Kapal Merak-Bakauheni dan 7 Dermaga Sudah Siap 0
- Sah! Nikahi Erina Gudono, Kaesang Lancar Baca Ijab Kabul0
- Libur Nataru Penumpang Kapal Melonjak, ASDP Sediakan Pos Screening0
Saat ini ekspor hydrocolloid Indonesa ke pasar Uni Eropa (UE) masih sangat kecil. Kebutuhan UE sebagian besar dipasok oleh Irlandia, Prancis, dan Jerman.
Mengusung brand "Indonesia Seaweed: Natural binding solutions to the world", KKP ingin menunjukkan bahwa "emas hijau" dari perairan Indonesia tak kalah berkualitas dan bisa menjadi solusi mendukung ketahanan pangan dunia.
“Alhamdulillah selama pameran berlangsung banyak kontak dagang terjadi dan tercatat potensi transaksi hampir menembus USD 10 juta dengan produk yang diminati,” ungkap Ishartini.
Calon buyers yang berminat terhadap produk rumput laut Indonesia berasal dari negara Prancis, Korea Selatan, Ceko, Italia, Belanda, Turki, AS, Iran, Austria, Polandia, Portugal, Hungaria, Israel, Vietnam, Malaysia, Jerman, Malta, Algeria, China, Maroko, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Serbia, Panama, Chili, Jepang, India, Spanyol, Filipina, Swedia, Argentina.
Ishartini berharap pameran ini bisa meningkatkan akses dan penetrasi produk hydrocolloid Indonesia tidak hanya di pasar Uni Eropa, namun juga di pasar dunia. (Riz/ Oryza)











