- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal
- Kemenhub dan Jasa Raharja Pastikan Hak Penumpang KMP Batumandi Pascakebakaran di Perairan Merak
- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
Tata Kelola Mudik Lebaran Diapresiasi

Keterangan Gambar : Arus mudik menggunakan kapal penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
TATA kelola dan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 dinilai sukses. Apresiasi tinggi diberikan masyarakat yang ditunjukkan dari hasil survei nasional. Polri melansir tingkat kepuasan publik terhadap manajemen mudik mencapai angka 80,8% hingga 88,8%, berkat kelancaran lalu lintas, peningkatan infrastruktur, dan penurunan angka kecelakaan yang signifikan.
Polri juga mengumumkan hasil survei Indikator Politik Indonesia hasil survei terkait kepuasan publik terkait penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Total 85,3 persen pemudik menyatakan puas atas pelayanan mudik Lebaran tahun ini. Survei ini digelar lewat wawancara tatap muka pada periode 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan 1.200 orang menjadi responden.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, juga menyampaikan apresiasi keberhasilan pemerintah dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Apresiasi itu disampaikan saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, serta Kepala BNPP/Basarnas di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Lainnya :
- Antrean Sandar Kapal Harus Jadi Evaluasi Mudik Lebaran 0
- 841 Kapal Angkutan Lebaran, Prioritaskan Keselamatan0
- KRI Prabu Siliwangi-321 Kekuatan Baru Maritim Indonesia0
- Tahun Baru Tanpa Hura-hura0
- STOP Pesta Kembang Api Akhir Tahun0
Ia menyoroti penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026 yang jumlahnya menurun. Berdasarkan data Korlantas Polri dalam Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret, jumlah jumlah kecelakaan tercatat 2.727 kejadian, turun 5,3 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.880 kejadian. Data Kementerian Perhubungan pada periode H-8 hingga H+8 Lebaran ada 3.517 kasus kasus kecelakaan pada tahun 2026. Angka ini turun 6,31 persen dibandingkan 3.754 kasus pada tahun sebelumnya.
Pantauan media ini, manajemen mudik dalam dua tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja kekurangan di sana-sini masih terjadi, misalnya kemacetan lalu lintas. Tahun ini horor macet masih terjadi di jalan arteri wilayah Jawa Tengah. Kendaraan pemudik dari Jawa Timur atau Jawa Tengah yang melaju ke arah ke arah Jakarta terpaksa mengalah dibuang ke jalur-jalur alternatif akibat diberlakukannya one way.
Pemudik dari arah Jakarta menuju menuju arah Jawa memang tifak terjebak macet, arus lalu lintas bergerak lancar sebagai dampak dari kebijakan one way. Namun imbasnya dirasakan oleh pemudik yang datang dari arah Jawa menuju Jakarta. Ini harus menjadi evaluasi pada penyelenggaraan mudik Lebaran di tahun mendatang.
Kelancaran lalu lintas juga terlihat di Tol Jakarta Merak hingga Pelabuhan Merak. Kebijakan pengalihan kendaraan roda dua dan kendaraan berat yang menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan berpengaruh signifikan pada berkurangnya kepadatan kendaraan di Pelabuhan Merak.
Pada tahun-tahun sebelumnya, antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak mengular hingga kawasan Cilegon. Kendaraan bahkan sampai menunggu sehari semalam untuk bisa naik kapal. Namun dua tahun belakangan ini kebuntuan tidak terjadi lagi.
Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan mudik tahun ini. Kebijakan work from home (WFW) juga sangat membantu terurainya kepadatan dan penumpakan kendaraan pemudik sebagai akibat jadwal pulang kampung secara bersamaan. Kita berharap tata kelola mudik Lebaran pada tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi. (Red)











