- Predikat Kota Teraman se-ASEAN Jangan Cuma di Atas Kertas, Nyook Jaga Jakarta
- Tata Kelola Mudik Lebaran Diapresiasi
- Jaga Populasi Perikanan
- Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu, Jenderal Kebanggaan Lampung Tutup Usia
- Ini Tren Ekonomi Indonesia, Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Ekspor Tumbuh 10% & Impor Naik 12%
- Tinggalkan Shanghai, KRI Bima Suci Lanjut Berlayar ke Busan Korsel
- Tampil di Shanghai, Kirab Genderang Suling Gita Jala Taruna Memukau Wisatawan
- TNI Anak Kandung Rakyat
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik
- KRI Kujang-642 Sergap 25 Kontainer Minerba Ilegal Mengandung Bahan Radioaktif, Kasum TNI Tinjau BB
Tata Kelola Mudik Lebaran Diapresiasi

Keterangan Gambar : Arus mudik menggunakan kapal penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
TATA kelola dan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 dinilai sukses. Apresiasi tinggi diberikan masyarakat yang ditunjukkan dari hasil survei nasional. Polri melansir tingkat kepuasan publik terhadap manajemen mudik mencapai angka 80,8% hingga 88,8%, berkat kelancaran lalu lintas, peningkatan infrastruktur, dan penurunan angka kecelakaan yang signifikan.
Polri juga mengumumkan hasil survei Indikator Politik Indonesia hasil survei terkait kepuasan publik terkait penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Total 85,3 persen pemudik menyatakan puas atas pelayanan mudik Lebaran tahun ini. Survei ini digelar lewat wawancara tatap muka pada periode 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan 1.200 orang menjadi responden.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, juga menyampaikan apresiasi keberhasilan pemerintah dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Apresiasi itu disampaikan saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, serta Kepala BNPP/Basarnas di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Lainnya :
- Pelaksanaan Mudik0
- Ciptakan Mudik Aman0
- KRI Prabu Siliwangi Siap Kawal Keamanan Laut Indonesia0
- Tahun Baru Tanpa Hura-hura0
- STOP Pesta Kembang Api Akhir Tahun0
Ia menyoroti penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026 yang jumlahnya menurun. Berdasarkan data Korlantas Polri dalam Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret, jumlah jumlah kecelakaan tercatat 2.727 kejadian, turun 5,3 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.880 kejadian. Data Kementerian Perhubungan pada periode H-8 hingga H+8 Lebaran ada 3.517 kasus kasus kecelakaan pada tahun 2026. Angka ini turun 6,31 persen dibandingkan 3.754 kasus pada tahun sebelumnya.
Pantauan media ini, manajemen mudik dalam dua tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja kekurangan di sana-sini masih terjadi, misalnya kemacetan lalu lintas. Tahun ini horor macet masih terjadi di jalan arteri wilayah Jawa Tengah. Kendaraan pemudik dari Jawa Timur atau Jawa Tengah yang melaju ke arah ke arah Jakarta terpaksa mengalah dibuang ke jalur-jalur alternatif akibat diberlakukannya one way.
Pemudik dari arah Jakarta menuju menuju arah Jawa memang tifak terjebak macet, arus lalu lintas bergerak lancar sebagai dampak dari kebijakan one way. Namun imbasnya dirasakan oleh pemudik yang datang dari arah Jawa menuju Jakarta. Ini harus menjadi evaluasi pada penyelenggaraan mudik Lebaran di tahun mendatang.
Kelancaran lalu lintas juga terlihat di Tol Jakarta Merak hingga Pelabuhan Merak. Kebijakan pengalihan kendaraan roda dua dan kendaraan berat yang menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan berpengaruh signifikan pada berkurangnya kepadatan kendaraan di Pelabuhan Merak.
Pada tahun-tahun sebelumnya, antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak mengular hingga kawasan Cilegon. Kendaraan bahkan sampai menunggu sehari semalam untuk bisa naik kapal. Namun dua tahun belakangan ini kebuntuan tidak terjadi lagi.
Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan mudik tahun ini. Kebijakan work from home (WFW) juga sangat membantu terurainya kepadatan dan penumpakan kendaraan pemudik sebagai akibat jadwal pulang kampung secara bersamaan. Kita berharap tata kelola mudik Lebaran pada tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi. (Red)











