Antrean Sandar Kapal Harus Jadi Evaluasi Mudik Lebaran

By Indonesia Maritime News 25 Mar 2026, 12:42:09 WIB Editorial
Antrean Sandar Kapal Harus Jadi Evaluasi Mudik Lebaran

Keterangan Gambar : Pemudik menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Merak tertahan berjam-jam dari sore hingga matahari terbenam menunggu antrean kapal sandar di Pelabuhan Bakauheni. Foto: property indonesimaritimenews.com


PELAKSANAAN mudik Lebaran 2026 secara umum dirasakan masyarakat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Arus lalu lintas relatif lancar, namun horor macet masih terjadi di wilayah Jawa Tengah sebagai dampak dibelakukannya one way.

Begitu pula angkutan laut, di Pelabuhan Merak tidak terjadi kepadatan kendaraan yang antre akan masuk naik kapal. Pemudik yang membawa sepeda motor serta kendaraan berat sudah dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan. Strategi ini terbukti bisa mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten.

Namun ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 juga masih ada celah kekurangannya. Selain horor macet di darat yang masih terjadi, kemacetan juga terjadi di tengah laut. Kok bisa ? Ya, antrean kapal dari Pelabuhan Merak yang akan sandar di Pelabuhan Bakauheni membuat kapal tertahan di laut. Kapal pun ngetem di laut. 

Baca Lainnya :

Terlambatnya sandar kapal dialami penumpang sejak 15 Maret atau sebelum puncak mudik Lebaran. Kapal roro yang dari Merak menuju Bakauheni mestinya sudah sandar sekitar dua jam setengah setelah pelayaran. Tetapi faktanya, selama 4 jam lebih penumpang terombang-ambing di laut menanti kapal yang ditumpangi mendapat antrean sandar.

Kapal Wira Kencana yang membawa lebih dari seratus penumpang awalnya melaju normal tanpa kendala. Sayangnya hambatan justru muncul ketika kapal roro ini tidak bisa sandar dalam waktu cepat. Kapal berangkat dari Pelabuhan Merak sekitar pukul 14.00 WIB. Bila dalam layanan normal, kapal sudah merapat di Dermaga Bakauheni sekitar pukul 16.00. Sekitar pukul 16.30 kapal sudah berada di perairan Bakauheni, namun tak juga sandar. Namun kapal baru bisa sandar sekitar pukul 18.30 selepas magrib. Beruntung para penumpang tidak protes.

Insiden seperti ini kembali pada pelayaran kapal dari Pelabuhan Ciwandan pada 18 Maret. Kali ini kapal yang membawa pemudik pemotor, Rabu (18/3/2026) telat sandar hingga membuat mereka marah.

Keterlambatan sandarnya kapal membuat ratusan pemotor tak bisa menahan emosi. Apalagi mereka sudah duduk di motor masing-masing menanti keluar dari kapal karena Pelabuhan Bakauheni sudah di depan mata.  Namun kapal tak juga sandar. Teriakan protes pun menggema. Demo para pemudik tak bisa dicegah. Mereka kompak membunyikan klakson motor masing-masing.

Para penumpang bermotor tersebut mulai berlayar sekitar pukul 14.00 WIB. "Jam setengah tujuh malam (18.30) kami baru sampai Bakauheni. Ya wajarlah kalau penumpang protes. Apalagi kami ini sedang puasa, mau buka di mana," ucap Lian, salah satu pemotor. Insiden demo penumpang di atas kapal dalam waktu singkat menjadi viral.

Lalu siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini ? Kru kapal hanya bisa meminta penumpang untuk bersabar, tanpa ada solusi. Ini pula yang membuat para penumpang kian geram.

Insiden seperti ini semestinya tidak perlu terjadi bila konsep pelaksanaan mudik menggunakan transportasi laut dikelola lebih siap dan lebih matang. Semestinya peristiwa telatnya kapal sandar sudah diprediksi dan dicarikan solusi sejak sebelum puncak arus mudik. Karena peristiwa seperti ini kerap terjadi di hari-hari biasa. Kesiapan dermaga Bakauheni pun dipertanyakan.

Konsep tata kelola mudik Lebaran mestinya telah meprediksi segala kemungkinan yang akan terjadi serta menyiapkan opsi sebagai solusinya. Pelabuhan Bakauheni Lampung bisa jadi tidak mampu menampung kepadatan antrean kapal saat musim mudik Lebaran. 

Pemanfaatan Pelabuhan Panjang mungkin bisa jadi solusi seperti pemanfaatan Pelabuhan Ciwandan yang terbukti bisa mengurai kepadatan di Merak. Sebagai catatan, antean kapal laut yang akan merapat di dermaga jangan terulang lagi. Pengelolaan angkutan laut pada pelaksanaan mudik Lebaran 2026 harus dievaluasi. (Red)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook