- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Tangkal Penyebaran Radikalisme, Kasal Bagikan Aplikasi Sistem Informasi Gratis

Keterangan Gambar : Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali. Foto: Dispenal
Indonesiamarotomenews.com (IMN),JAKARTA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menghadiri acara temu ramah ketua pesantren di seluruh Sumatera Utara, sekaligus dan penandatanganan perjanjian kerjasama.
Acara ini berlangsung di Gedung Pertemuan Yayasan Pendidikan Islam Darul Ilmi Murni, Medan, Sumatera Utara, Senin (16/10/2023). Dalam sambutannya Kasal menyampaikan, Pondok Pesantren memliki peran strategis dalam membentuk generasi emas Indonesia tahun 2045.
Baca Lainnya :
- Kapal Perang India Singgah di Tanjung Priok, Perkuat Kerjasama dengan TNI AL0
- TNI AL dan Yayasan Hang Tuah Ajak Siswa Cerdas Gunakan Medsos dan Cegah Bullying0
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali: Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian0
- 9 Kapal Perang, Armada Udara dan Pasukan Elit Amankan KTT AIS Forum 2023 di Bali0
- Kemarau Panjang, Kolinlamil Siaga Antisipasi Kebakaran0
“Seperti yang kita ketahui bersama, Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Islam yang berakhlak mulia, berkualitas dan bertanggung jawab dalam mewujudkan generasi emas bangsa Indonesia tahun 2045”, ungkap Kasal.
Lebih lanjut Kasal menyampaikan bahwa membangun generasi muda bangsa Indonesia yang berakhlak mulia adalah sebuah keharusan. Sehingga mewujudkan pondok pesantren yang modern adalah sebuah kebutuhan mutlak.
Salah satu langkah yang dapat diambil yaitu dengan memanfaatkan aplikasi sistem informasi dan teknologi untuk meningkatkan manajemen dan operasional pesantren. Tujuannya adalah menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyebaran ajaran radikalisme yang memanfaat teknologi informasi,
Sistem ini mencakup penggunaan aplikasi untuk database santri dan pengelolaan keuangan, perpustakaan digital, kurikulum pendidikan, e-learning berbasis online dan fitur lainnya.
Hal ini memberikan efisiensi, transparansi dan aksesibilitas informasi yang diperlukan untuk mengelola pondok pesantren dengan baik, serta membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Dengan memanfaatkan teknologi maka diharapkan pemantauan terhadap para peserta didik akan lebih optimal. Karena kondisi saat ini kita dihadapkan dengan penyebaran ajaran-ajaran yang menjurus terhadap paham radikalisme, LGBT, ajaran-ajaran sesat dan pengaruh menyimpang lainnya secara cepat melalui teknologi yang berkembang, di antaranya melalui media sosial.
Kasal mengharapkan sistem informasi dibagikan secara gratis kepada seluruh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Laksamana TNI Muhammad Ali berharap bahwa pembagian sistem secara gratis tersebut bertujuan agar pendidikan Islam di seluruh Indonesia dapat mengikuti perkembangan zaman dan terus berkembang.
Dalam sambutannya, Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Darul Ilmi Murni Medan, Dedi Masri menyampaikan bahwa pesantrennya sebagai pilot project dalam pembangunan sistem informasi, yang nantinya apabila sistem sudah siap untuk digunakan, maka sistem ini nantinya akan diberikan secara gratis kepada seluruh pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia. (Riz/Oryza)











