- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
- Surabaya Kota Pilihan Rangkaian Nasional Indonesia Coffee Expo 2026, Pengunjung Disuguhi Pengalaman Interaktif
- Kemenhub-Pemprov Papua Kembangkan Pelabuhan Korido, Perkuat Konektivitas 3TP dan Kedaulatan Maritim
- Inovasi Layanan Publik Pelindo Regional 2 Raih Digital Innovation Award 2026
- Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Sesuai Best Practice dan Berkualitas Ekspor
- Kapal Perang TNI AL dan Pakistan Navy Manuver di Laut Jawa, Kerahkan Pasukan Tempur
Serbuan Teritorial, TNI AL Tanam 1.456 Mangrove di Pantai Cemara Lombok

Keterangan Gambar : Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram melaksanakan kegiatan Serbuan Teritorial dengan menanam 1.456 pohon mangrove di sekitar kawasan pantai yang dipusatkan di Pantai Cemara, Lombok Barat, NTB, Sabtu (23/8/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LOMBOK: TNI AL ikut berupaya menjaga ekosistem pesisir dan kelestarian lingkungan maritim di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Komitmen TNI AL diwujudkan dengan menanam tanaman mangrove.
Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram melaksanakan kegiatan Serbuan Teritorial dengan penanaman sebanyak 1.456 pohon mangrove di sekitar kawasan pantai yang dipusatkan di Pantai Cemara, Lombok Barat, NTB, Sabtu (23/8/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lintas kabupaten, meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur. Selain itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Haji Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram, serta perwakilan masyarakat pesisir juga mengambil bagian dalam kegiatan ini.
Baca Lainnya :
- Ini Dia, Tiga Inovasi KKP Peraih Outstanding Public Service Innovation di KIPP 20250
- Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Cilacap, BMKG Beri Edukasi Hadapi Krisis Iklim0
- Joy Sailing KRI Surabaya-591 Bersama Universitas Hang Tuah Surabaya0
- KKP Gagas Pembentukan Lembaga Halal Produk Kelautan Perikanan0
- Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke Arab Saudi Kian Terbuka0
Komandan Lanal Mataram Kolonel Marinir A. Hadi Alhasny, dalam keterangannya menegaskan kegiatan serbuan teritorial ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AL dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem laut dan pesisir.
“Menjaga ekosistem pesisir bukan hanya tugas TNI AL, melainkan kewajiban bersama seluruh warga negara Indonesia. Karena itu kami mengajak pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, hingga tokoh agama untuk bersama-sama menjaga laut dan pantai kita,” ujar Kolonel Marinir A. Hadi.
Menurutnya, penanaman mangrove dipilih karena memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami menghadapi bencana abrasi, sekaligus menjaga habitat laut yang hidup di pesisir.
“Dengan kondisi pesisir yang semakin terancam abrasi, keberadaan mangrove menjadi pondasi utama untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi, menyampaikan bahwa penanaman mangrove di Pantai Cemara ini berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam.
Tiga jenis mangrove yang ditanam yaitu silocopus, rizhopora, dan avicennia, dipilih karena tingkat keberhasilannya tinggi jika ditanam secara bersamaan. “Selain melindungi ekosistem, mangrove juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat, termasuk potensi pengembangan ekowisata pesisir yang berkelanjutan,” jelas Prof. Sukardi.
Melalui kegiatan ini, Lanal Mataram menegaskan peran TNI AL tidak hanya dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang. Hal ini sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)











