Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka

By Indonesia Maritime News 18 Apr 2026, 00:00:11 WIB Sorot
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka

Keterangan Gambar : Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, S.Sos, M.I.Kom, tutup usia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari.



Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, S.Sos, M.I.Kom, tutup usia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari setelah mengalami serangan jantung.

Kabar duka ini sontak mengejutkan keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di seluruh daerah. Seakan tak percaya, tengah malam menjelang dini hari kalangan jurnalis khususnya anggota PWI saling kontak baik di grup WhatsApp maupun telepon langsung soal kebenaran informasi itu.

Sebagian belum yakin dengan kabar duka itu karena beberapa jam sebelum meninggal dunia, Bang Zul, sapaan Zulmansyah Sekedang, masih mengikuti deklarasi pembentukan Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) 60th plus pada Jumat (17/4/2026) malam.

Baca Lainnya :

Siang hari sampai sore, Bang Zul juga masih ngantor di markas PWI Pusat di Kompleks Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat bersama Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Itu sebabnya kabar duka tentang kematian Bang Zul beberapa jam kemudian, bak halilintar yang membuat semua tersentak.

Ketum PWI Pusat, Alhmad Munir sangat terkejut mendengar kabar duka itu. "Pagi hari sampai sore (Jumat) beliau masih bersama saya di kantor membahas agenda kerja. Sore hari kami juga bersama-sama mengikuti kegiatan deklarasi serikat wartawan senior," kata Munir. "Malam hari kami berpisah, saya pylang ke Bogor dan beliau pulang ke apartemen (di Jakarta)," sambung Munir.

Munir yang juga Ketua Dewas LBN Antara itu kaget alang kepalang saat mendapat kabar Bang Zul meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Bang Zul tutipmusia pukul 00.05 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta.

Dunia Pers Berduka

Kepergian Zulmansyah Sekedang secara mendadak mengejutkan kalangan jurnalis serta menggoreskan duka mendalam. Di mata teman-teman dan koleganya, pria kelahiran Banda Aceh 2 Julin1972 ini dikenal sangat baik, ramah dan sangat menghargai orang lain meskipun berbeda pendapat.

Ucapan duka dan iringan doa pun mengalir. Banyak kesan yang ditinggalkan almarhum Bang Zul yang selalu dikenang oleh teman-teman jurnalis.

"Innalillahi wainnailaihi raajiun Allahumagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Turut berduka cita Smg diampuni dosa2nya, diterima amal ibadahnya dan kuburnya dijadikan raudlah minriadhil jannah, aamiin. Saya bersaksi beliau adalah orang baik, selamat jalan kawan...alfatiha," tulis Sibatangkayu, anggota Dewan Kehormatan (DK) Pusat dan menambahkan emoji menangis. Ia amat terkejut karena sebelumnya bersama-sama mengikuti deklarasi SWSI di Aula LSPR Institute of Communication and Business, Jakarta Pusat.

"Saya bersaksi ya Allah.., almarhum orang yg sangat baik.. rendah hati, tidak pendendam, ibadahnya terjaga, jiwa sosialnya tinggi, lisan ucapannya terjaga... ampuni khilaf dan dosanya ya Allah, terimalah amal ibadahnya, tempatkan di tempat terbaik di surgaMu ya Allah.. Aamiin," tulis M. Arifin Mukeandar, pengurus PWI Pusat dan pemred indonesiamaritimenews.com menggambarkan kebaikan Bang Zul.

"Selamat jalan Abangku... baru kemarin kita komunikasi, diskusi ttg program PWI. rupanya itu telp kita yg  terakhir,  ya Allah saya bersaksi alm org yg baik, Ampunilah segala kesalahan dan kehilafannya lapangkanlah kuburnya lipatgandakan semua amal & kebaikannya. Insyaallah Husnul Khotimah... aamiin ya Robbal alamin," tulis kang @rie.

"Bang Zulmansyah orang baik... selamat jalan bang. Ikut berduka cita mendalam. Semoga diterima di sisi Allah. Amin," tulis Tri Agung Kristanto.

"Selamat jalan,Bang Zulmansyah Sekedang. Saya bersaksi Abang itu orang baik," tulis Berman.

Kepergian Bang Zul memang menorehkan kesedihan mendalam bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga teman-teman seprofesi dan kolega. Bang Zul meninggalkan seorang istri, Tuti, serra seorang putra bernama Abi yang tengah menyelesaikan S2 di Malaysia. Jenazah Bang Zul akan dimakamkan di Pekanbaru, Riau. (Mar/*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook