- 11 Warga Papua Nugini Terombang-ambing di Samudera Pasifik, Dievakuasi KRI WSH-991
- Putra Daerah Sumsel Asal Muratara, Arizki Putra Rahman Bicara Tata Kelola AI di National Law Forum 2026
- Kontaminasi Jenazah dan Arus Laut Jadi Tantangan, Lanal Banjarmasin Prioritaskan Keselamatan Penyelam
- Dikunjungi Mahasiswa India, IPC TPK Paparkan Teknologi Operasional dan Ekosistem Logistik
- Penyelam TNI AL dan SAR Gabungan Kembali Temukan 4 Jenazah di Lambung KMP Virgo Transport 8
- Tinjau Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja
- Pengembangan Armada, PELNI Buka Request for Information Kapal Cepat
- Kapasitas Pelabuhan Naik, Harus Diimbangi Penguatan Ekosistem Logistik Darat
- PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota
- Asian Games 2026, Atlet TNI AL Berjaya Sumbang 2 Medali
Putra Daerah Sumsel Asal Muratara, Arizki Putra Rahman Bicara Tata Kelola AI di National Law Forum 2026
Putra Daerah Sumsel Asal Muratara, Arizki Putra Rahman Bicara Tata Kelola AI di National Law Forum 2026

Keterangan Gambar : Putra Daerah Sumsel Asal Muratara, Arizki Putra Rahman Bicara Tata Kelola AI di National Law Forum 2026
JAKARTA — Kiprah talenta muda daerah di tingkat nasional kembali mengukir kebanggaan. Arizki Putra Rahman, seorang IT Enthusiast sekaligus CEO Nbie Solutions yang merupakan putra daerah asal Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam ajang bergengsi National Law Forum 2026 di Hotel Kutaraja, Jakarta.
Baca Lainnya :
- Kunjungi Presiden Prabowo, Wakil PM Malaysia akan Kerahkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Bantu Atasi Karhutla0
- Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni0
- TNI AL Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim ASEAN0
- Trafik Pelabuhan Pelindo Regional 2 Meningkat, Arus Petikemas dan Barang Tumbuh hingga Agustus 20260
- Syukuran 100 Tahun Perjalanan Gontor, Presiden Prabowo Cium Mushaf Al-Quran Gontor0
Forum hukum nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) tersebut mengangkat tema "Membangun Tata Kelola Artificial Intelligence Indonesia: Meneguhkan Kedaulatan Digital melalui Hukum yang Adaptif, Beretika, dan Berorientasi Masa Depan". Acara ini juga dihadiri oleh pejabat negara, sejarawan, serta pakar hukum nasional, termasuk Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI H. Nezar Patria.
Dalam paparan Diskusi Sesi II bertajuk "Mengenal Artificial Intelligence: Konsep, Perkembangan, dan Pemanfaatannya di Era Digital", Arizki menekankan bahwa kecerdasan buatan bukanlah sihir atau hal mistis, melainkan kalkulasi matematika berdasarkan pengenalan pola data dan kemungkinan. Namun, tanpa regulasi yang jelas, perkembangan teknologi ini menyimpan risiko kejahatan siber yang nyata bagi masyarakat.
“Kode komputasi tanpa payung hukum adalah kacau, sedangkan hukum tanpa pemahaman teknis adalah usang. Praktisi hukum dan pakar teknologi harus duduk bersama membangun tata kelola digital yang berdaulat,” tegas Arizki Putra Rahman di hadapan para tokoh nasional dan mahasiswa hukum se-Indonesia.
Sebagai pengusaha muda berbasis teknologi asal Sumsel, Arizki juga memberikan apresiasi penuh atas langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang tengah memfinalisasi Peta Jalan AI Nasional serta Perpres Etika dan Tata Kelola AI. Ia menyatakan kesiapan para pelaku industri teknologi lokal untuk mengawal regulasi tersebut demi menjamin kedaulatan data nasional.
Kehadiran Arizki di forum nasional ini menjadi bukti nyata bahwa putra daerah dari pelosok Sumatera Selatan, khususnya Muratara, mampu memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi arah kebijakan teknologi dan hukum Indonesia di masa depan.










