- Tinjau Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja
- Pengembangan Armada, PELNI Buka Request for Information Kapal Cepat
- Kapasitas Pelabuhan Naik, Harus Diimbangi Penguatan Ekosistem Logistik Darat
- PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota
- Asian Games 2026, Atlet TNI AL Berjaya Sumbang 2 Medali
- Innalillahi... Maestro Seni-Politisi Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
- Penyelam TNI AL Kembali Temukan 5 Jenazah di Lambung KMP Virgo Transport-8
- KKP Gandeng Kemenkop, BP BUMN dan Kemenkeu Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri
- Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Tinjau Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli meninjau pabrik pengolahan hasil perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Foto: Kemnaker
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PADANG: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendukung pengembangan usaha di sektor perikanan yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lokal.
Hal tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pabrik pengolahan hasil perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Yassierli mengapresiasi wirausahawan muda yang mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan dan telah menyerap puluhan tenaga kerja lokal. Menurutnya, usaha yang memiliki prospek penciptaan lapangan kerja perlu mendapat dukungan.
Baca Lainnya :
- KKP Gandeng Kemenkop, BP BUMN dan Kemenkeu Kelola Kampung Nelayan Merah Putih0
- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri0
- KKP: Pengamanan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim untuk Lindungi Pembudidaya Lokal0
“Selama prospeknya untuk penciptaan lapangan kerja baru, pasti insyaallah saya akan dukung,” ujar Yassierli.
Dukungan tersebut dilakukan antara lain melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) memberikan fasilitas pelatihan kerja secara berkala bagi pekerja dan nelayan. Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan operasional dan pemberian uang saku bagi peserta.
Selain peningkatan kapasitas tenaga kerja, pengembangan usaha juga membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Yassierli mengatakan kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi pengolahan produk turunan perikanan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dalam pengembangan usaha tersebut, pelaku usaha menyampaikan sejumlah kebutuhan operasional, di antaranya ketercukupan BBM bersubsidi dan ketersediaan air bersih untuk menunjang operasional 70 hingga 80 unit kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Merespons aspirasi tersebut, Menaker berkomitmen membantu menjembatani komunikasi dan mengoordinasikannya dengan kementerian atau lembaga terkait.
“Aspirasi yang berkaitan dengan sarana operasional dan efisiensi kawasan ini akan terus kita dorong bersama agar aktivitas ekonomi sektor perikanan di Bungus terus berkembang secara berkelanjutan,” pungkas Yassierli. (Han/Mar)











