- Tinjau Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja
- Pengembangan Armada, PELNI Buka Request for Information Kapal Cepat
- Kapasitas Pelabuhan Naik, Harus Diimbangi Penguatan Ekosistem Logistik Darat
- PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota
- Asian Games 2026, Atlet TNI AL Berjaya Sumbang 2 Medali
- Innalillahi... Maestro Seni-Politisi Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
- Penyelam TNI AL Kembali Temukan 5 Jenazah di Lambung KMP Virgo Transport-8
- KKP Gandeng Kemenkop, BP BUMN dan Kemenkeu Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri
- Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Pengembangan Armada, PELNI Buka Request for Information Kapal Cepat

Keterangan Gambar : Armada kapal PELNI melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) membuka Request for Information (RFI) untuk memperoleh informasi pasar terkait ketersediaan kapal High-Speed Craft (HSC).
RFI tentang ketersediaan kapal, berpotensi digunakan untuk mendukung pengembangan layanan angkutan laut PELNI melalui skema sewa kapal berdasarkan waktu (Time Charter) atau skema potensial lainnya.
RFI ini ditujukan kepada pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal yang memiliki kapal cepat dan berpotensi memenuhi kebutuhan operasional PELNI. Informasi yang dihimpun mencakup ketersediaan kapal, spesifikasi teknis, kesiapan operasional, indikasi tarif sewa, serta waktu ketersediaan kapal.
Baca Lainnya :
- Persiapan Salvage, Kemenhub Perkuat Operasi SAR Evakuasi KMP Virgo Transport 80
- Keamananan Siber Diperkuat, Maritime Transportation Cybersecurity Playbook Diluncurkan Kemenhub dan Kedutaan Inggris0
- Refleksi Kerisauan Keselamatan Pelayaran Rentan Kecelakaan, Apa yang Harus Dibenahi Pemerintah ?0
- Kemenhub Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara0
- Safety Training PELNI di Kapal Penumpang, Siap Hadapi Kondisi Darurat0
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan penjajakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperoleh gambaran mengenai ketersediaan kapal cepat yang dapat mendukung pengembangan bisnis angkutan laut PELNI.
“RFI ini merupakan tahap penjajakan untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai ketersediaan kapal High-Speed Craft di pasar. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan kajian PELNI dalam melihat potensi pengembangan layanan angkutan laut ke depan,” ujar Ditto, dilansir Sabtu (26/9/2026).
Dalam RFI tersebut, PELNI membuka informasi untuk dua tipe kapal. Tipe A merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi katamaran, kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–2 meter, dan kapasitas penumpang sekitar 300–500 orang. Sementara Tipe B merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi monohull, kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–1,5 meter, dan kapasitas penumpang sekitar 200–400 orang.
Dukung Operasional Domestik
Kapal yang ditawarkan diharapkan dapat mendukung operasional domestik Indonesia dengan mempertimbangkan karakteristik rute, kondisi perairan, fasilitas pelabuhan, kapasitas penumpang, jangkauan pelayaran, kenyamanan, keselamatan, serta keandalan operasional.
Ditto menambahkan pelaksanaan RFI tidak mengikat PELNI untuk melakukan pengadaan atau menunjuk penyedia tertentu. Apabila kebutuhan tersebut nantinya dilanjutkan ke tahap pengadaan atau pemilihan penyedia, prosesnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan internal perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“PELNI tetap memastikan setiap tahapan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk saat ini, kami masih berada pada tahap pengumpulan informasi pasar dan belum merupakan proses pengadaan,” tambah Ditto.
Pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal yang berminat dapat menyampaikan Letter of Intent (LoI) beserta informasi kapal yang dibutuhkan, antara lain daftar kapal, ship particulars, general arrangement, kapasitas, status klasifikasi dan bendera, foto kapal terbaru, informasi kepemilikan, indikasi tarif sewa, serta estimasi ketersediaan kapal.
Informasi dan dokumen tersebut dapat disampaikan melalui email komersialpenumpang@pelni.co.id dengan subjek “RFI_HSC_(Tipe Kapal_(Nama Perusahaan)”. Penyampaian informasi paling lambat pada Rabu, 22 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan kriteria kapal dapat diunduh melalui link.pelni.co.id/RFIKapalCepat.
PELNI mengundang pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal untuk berpartisipasi dalam proses penjajakan ini dengan menyampaikan informasi kapal yang sesuai atau berpotensi memenuhi kebutuhan yang tercantum dalam dokumen RFI.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. PELNI melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point. (Bow/Mar)











