- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
- Mengintip Dapur Pelabuhan! Talenta Muda Peserta MAGENTA Pelindo Tur Eksklusif di IPC TPK
Proses Syuting Film The Hostages Hero Rampung, Kisah Heroik TNI AL Segera Tayang di Layar Lebar

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menjelaskan soal film The Hostage’s Hero yang akan segera hadir di bioskop. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Film layar lebar The Hostage’s Hero akan segera hadir di bioskop. Proses syuting resmi selesai pada 19 Oktober 2025.
Kegiatan ditutup dengan acara Pengenalan Karakter Film The Hostage's Hero yang digelar di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat. Kamis (23/10/2025).
Dalam siaran resmi TNI AL diseutkan, karya ini menjadi persembahan sinematik yang menyoroti nilai patriotisme, nasionalisme, dan keberanian para prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Baca Lainnya :
- Kasal Terima Kunjungan Kehormatan Dunia Melayu Dunia Islam, Perkuat Jejaring Serumpun0
- Laskar Literasi Perpusnas RI Baca Puisi Perdamaian Bersama Penyair Asia Tengggara di Monas Jakarta0
- Kasal Buka Take Scane Pertama Film The Hostages Hero di KRI Dewa Ruci 0
- Atraksi Drumband Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL, Bikin Masyarakat Malaysia Terpukau0
- Menteri Kebudayaan Direncanakan Hadiri Gelar Gong Panggung Melayu Internasional 2025 di Jakarta0
Turut hadir dalam acara tersebut Laksamana TNI (Purn) (Hor) Ahmad Taufiqurrahman, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI I.M. Wira Hady, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul, serta aktor dan aktris Indonesia.
Film yang diproduksi based on true story, disajikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dokumentasi terhadap peristiwa heroik operasi pembebasan 36 orang sandera kapal MT Pematang oleh prajurit KRI Karel Satsuitubun (KST)-356 dari aksi pembajakan di Perairan Selat Malaka pada tahun 2004.
Kadispenal dalam sambutannya menyampaikan, film ini adalah karya sinema independen yang mendapatkan validasi dan bantuan fasilitas dari TNI AL. Film ini menjadi media terbaik untuk menampilkan profesionalisme prajurit TNI AL, yang senantiasa siap siaga menjaga kedaulatan di laut, serta sebagai wadah untuk memberikan edukasi dan menanamkan rasa cinta Tanah Air bagi masyarakat.
"Melalui film ini diharapkan pesan-pesan moral tentang cinta tanah air dan nasionalisme dapat senantiasa tersampaikan, sekaligus memberikan pelajaran kepada masyarakat mengenai pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dengan mengenang jasa para pahlawan," kata Laksma TNI Tunggul.
Sementara itu Laksamana Taufiqurrohman juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AL atas dukungan penuh selama proses pengambilan gambar film The Hostage’s Hero, khususnya pada saat pengambilan adegan-adegan di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Film garapan Iswara Rumah Film ini diproduksi sebagai bentuk pelestarian sejarah maritim bangsa sekaligus penguatan citra positif TNI AL di masyarakat luas. Menggabungkan elemen aksi militer, drama patriotik, dan riset sejarah yang mendalam, The Hostage’s Hero dirancang menjadi karya strategis dan berkelanjutan yang menginspirasi generasi muda untuk menghargai jasa para prajurit serta menumbuhkan semangat bela negara.
Perjuangan Prajurit
Kadispenal menjelaskan personel TNI AL yang terlibat dalam film ini sebanyak 73 prajurit, terdiri dari ABK, Marinir, dan Kopaska, serta semua alutsista diijinkan penuh TNI AL untuk mendukung ini. Hal ini untuk memberikan aspek realistis yang bagus diangkat di layar lebar, baik KRI maupun helikopter.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali pada kesempatan terpisah menyampaikan film ini menunjukkan sisi lain perjuangan prajurit laut. Bahwa di balik disiplin dan ketegasan, selalu ada hati yang berani dan peduli pada sesama.
Dari laut untuk Tanah Air mengambil latar di berbagai lokasi strategis seperti Markas Besar TNI AL di Jakarta, Koarmada II Surabaya, Gunung Bromo, Pantai Baruna Malang, serta kapal legendaris KRI Dewaruci dan KRI Karel Satsuitubun-356. Film ini menghidupkan kembali semangat pengabdian prajurit laut dalam menghadapi ancaman pembajakan di Selat Malaka.
Setelah menyelesaikan proses produksi, The Hostage’s Hero kini memasuki tahap pascaproduksi dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026. Melalui dukungan penuh TNI Angkatan Laut dan tim kreatif profesional, film ini diharapkan menjadi karya monumental yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat rasa bangga terhadap identitas dan sejarah maritim bangsa. (Arry/Oryza)











