- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat
- Menembus Lokasi Terisolasi di NTT, Lanal Maumere Kerahkan Rigid Buoyancy Boat
Menteri Kebudayaan Direncanakan Hadiri Gelar Gong Panggung Melayu Internasional 2025 di Jakarta

Keterangan Gambar : Ghazal adalah salah satu jenis musik Melayu yang populer, terutama di Kepulauan Riau terdengar mendayu merdu di Rumah Singgah Tuan Kadi, Kampung Senapelan Riau yang kini menggeliat kembali, diramaikan festival kebudayaan setiap malam minggu.Foto: Property of indonesiamaritimenews.com.
Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon direncanakan menghadiri acara
Gong Panggung Melayu Internasional, 10 Oktober 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Acara yang digagas Bidang Budaya Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) ini akan dimeriakan penampilan budaya dari negara-negara serumpun Melayu seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan sejumlah daerah di Indonesia dalam satu panggung megah.
Baca Lainnya :
- Yayasan Hari Puisi dan Badan Bahasa Tandatangani Naskah Kerjasama Dukungan Teknis dan Administrasi0
- Menteri Kebudayaan Dukung Hari Puisi Indonesia0
- Pengurus Baru YHPI Siap Perjuangkan Hari Puisi Indonesia sebagai Agenda Resmi Pemerintah0
- Badan Bahasa dan DISPUSIP Jakarta Dukung Festival Literasi Kreatif Nasional0
- Fera Signature Meriahkan Indonesia Fashion Aesthetivs 2025, Tampilkan 10 Koleksi0
"Gong Panggung Melayu Internasional ini mudah-mudahan menjadi starting point bagi kita semua. Kami ingin budaya Melayu kembali mendapat tempat terhormat, tidak hanya di tanah air, tapi juga di panggung internasional,” ujar Ketua Umum PMRI, Rusli Effendi, Sabtu (9/08).
Menurut dia, dua tokoh Nasional yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kehutanan asal Riau, Raja Juli Antoni, akan hadir bersama para tokoh budaya, pejabat, dan masyarakat Riau di Jakarta maupun daerah
Sementara itu, Ketua Bidang Budaya PMRI, Asrizal Nur, menyebut acara ini sebagai momen bersejarah bagi PMRI dan masyarakat Melayu secara umum.
“Inilah sejarah bagi Persatuan Masyarakat Riau Indonesia. Gong Panggung Melayu menjadi pintu masuk dunia untuk mengenal Melayu.
Acara ini juga akan menjadi bagian dari promosi budaya dan potensi daerah.
Melalui PMRI, katanya, pihaknya ingin menjadi agen budaya sehingga wajah Melayu dikenal di mata dunia.
"PMRI berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau, seluruh tokoh bangsa, tokoh-tokoh Riau, serta masyarakat luas agar Gong Panggung Melayu Internasional menjadi acara rutin dan strategis untuk diplomasi budaya," ujarnya.
Budaya Melayu ASEAN
Gong Panggung Melayu
Internasional diharapkan menjadi etalase kekayaan budaya Melayu dari berbagai wilayah yang.
Di dalamnya meliputi Lukah Gilo (Rokan Hilir), Randai Kuantan (Kuantan Singingi), Syair Siak (Riau), Syair Johor (Malaysia), Seloroh Pantun "Berinai Kecik" (Bengkalis), Gurindam 12 (Warisan sastra klasik Melayu).
Ada pula Parade Lagu Melayu Asean, Sendratari Putri Tujuh (Gabungan Seniman Tari Dumai), Nadzam Johor (Malaysia).
Kontribusi untuk bangsa
Ketua Umum PMRI, Rusli Effendi, mengungkapkan, PMRI dibentuk dengan tujuan mulia untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Meskipun organisasi PMRI bernuansa kedaerahan, namin siap mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam mempromosikan potensi Provinsi Riau dan berkolaborasi secara aktif demi kemajuan daerah.
“Kami siap memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara. Kami juga akan membantu Gubernur mempromosikan Riau dan tentu akan berkolaborasi bersama untuk kemajuan Riau,” kata Rusli.
PMRI sendiri merupakan organisasi yang relatif baru, berdiri sejak tahun 2023 dengan mengusung tagline yang kuat, “Raga di Rantau, Jiwa di Riau”.
Dengan terbentuknya PMRI sebagai induk organisasi, diharapkan dapat terjalin kebersamaan dan persatuan yang solid.
Juga mampu memajukan kesejahteraan, meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Riau di perantauan, sekaligus berkontribusi bagi pembangunan kampung halaman.(HS/****)











