- Latma Orruda 2026 di Rusia Dimulai, Uji Ketangguhan dan Kesiapan Tempur Prajurit Jalasena
- Edukasi Maritim, PELNI Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai Diikuti 250 Anak-anak
- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
- Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 Dimeriahkan Tokoh Lintas Generasi dan Negeri, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siap Orasi Budaya
- Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional Positif Sepanjang Semester I 2026
- Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Terima Bongkar Muat MV. MSC CARLA III
- KPK Suvervisi Tata Kelola BBM PELNI, Pastikan Transparansi dan Cegah Korupsi
Prajurit TNI AL Siap Tempur, Siaga Tanggulangi Kejahatan di Lautan

Keterangan Gambar : Latihan Integrasi TNI Tahun 2025 melibatkan unsur KRI Surik-645 dan KRI Alamang-644 digelar di perairan Belinyu, Bangka Belitung, Rabu (19/11/2015). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANGKA BELITUNG: TNI AL menunjukkan kesiapan tempur, profesionalisme, serta kemampuan operasi laut terpadu. Selain siap tempur, prajurit TNI juga siap menanggulangi kejahatan di lautan.
Profesionalisme TNI AL ditunjukkan dalam Latihan Integrasi TNI Tahun 2025 dengan melibatkan unsur KRI Surik-645 dan KRI Alamang-644 yang digelar di perairan Belinyu, Bangka Belitung, Rabu (19/11/2015).
Latihan ini ditinjau langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin; Jaksa Agung ST. Burnahuddin; dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi TNI-Angkatan Bersenjata Yordania, dari Merpati Putih hingga Drone Kamikaze0
- Lanal Banten Kawal Tim Jetski Anggota Dewan Seberangi Selat Sunda Pakai Jetski0
- KRI Spica-934 dan Kapal Australia HMAS Leeuwin A-245 Gelar Ship Visit Exchange di Kupang0
- Tiga Hari Kunjungi Indonesia, Kapal AL Singapura MV Mentor Dilepas Kodaeral III: Selamat Jalan..0
- KRI Bung Hatta-370 dan Pesawat Udara Casa U-6206 Kerja Sama Taktis di Perbatasan Indonesia-Malaysia0
Hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma dan para pejabat TNI lainnya.
Pada latihan ini, digelar demonstrasi operasi laut yaitu simulasi penindakan aksi penyelundupan di wilayah perairan strategis. Dalam skenario operasi, kedua KRI melaksanakan pelayaran di perairan Bangka Belitung dan mendeteksi dua kontak sasaran, yakni KM Carly (kapal kayu) dan SPOB Tarsus Alfa 07, yang mencoba melarikan diri dari pemeriksaan.
Unsur TNI AL segera meningkatkan kesiapsiagaan dengan melaksanakan peran tempur bahaya permukaan, kemudian melakukan intercept terhadap pergerakan kedua kapal.
Setelah diberikan tembakan peringatan, KRI Surik-645 dan KRI Alamang-644 melanjutkan tindakan dengan peran pemeriksaan dan pengeledahan, termasuk pengerahan skoci untuk mendekati sasaran.
Dukungan udara juga hadir melalui manuver helikopter yang menurunkan pasukan guna mempercepat eksekusi Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) di atas kapal target. Hasil pelaksanaan VBSS menunjukkan indikasi kuat bahwa kapal-kapal tersebut membawa muatan pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan keluar daerah.
Seluruh hasil pemeriksaan segera dilaporkan kepada Pos Komando, sebelum kedua kapal sasaran secara resmi diserahkan kepada Lanal Babel untuk pemeriksaan lanjutan. Selanjutnya, sesuai prosedur, muatan diserahkan kepada instansi terkait yaitu ESDM Babel.
Melalui Latihan Integrasi TNI 2025 ini, TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan laut, menindak aktivitas ilegal, serta memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah perairan nasional, khususnya di sektor-sektor rawan penyelundupan.
Prajurit dan unsur TNI AL siap melaksanakan setiap skenario dengan kemampuan terbaik demi tegaknya hukum dan kedaulatan maritim Indonesia, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Mar)











