- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
PIS dan BGN Beli 2 Kapal Tanker Gas Raksasa, Panjangnya Dua Kali Lapangan Bola

Keterangan Gambar : PIS Bersama BGN menambah dua kapal Tanker gas raksasa yang dibangun di Korea Selatan guna mendukung ketahanan energi dan akses pasar global Indonesia. Foto: dok. PIS
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KOREA SELATAN: PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat armadanya dengan menambah dua Very Large Gas Carriers (VLGC). Kapal tanker gas berukuran besar tersebut dioptimalkan untuk mengangkut LPG baik dalam negeri maupun internasional.
Kedua VLGC tersebut diberi nama VLGC Pertamina Gas Tulip dan VLGC Pertamina Gas Bergenia, mewakili kapal tanker gas hemat energi terbesar di dunia yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Kapal tanker kembar ini, masing-masing berukuran dua kali panjang lapangan sepak bola, dibangun di galangan kapal Hyundai Samho di Korea Selatan dan secara resmi diluncurkan pada Selasa, 9 Januari 2024.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Perkuat Safety Operation, Tandatangani Komitmen Bersama Mitra0
- Putusan Telah Inkrah, Lahan Kawasan Industri Kuala Tanjung Dieksekusi0
- SPSL Tingkatkan Kualitas Layanan Logistik & Hinterland Lewat Customer Hearing0
- PT. API Terapkan Management Walkthrough Cantumkan Aset Leger Jalan Tol Cibitung-Cilincing JTCC0
- Komitmen SPMT Arus Logistik Natal dan Tahun baru Berjalan Normal0
Kepemilikan kapal tanker raksasa tersebut merupakan hasil kerja sama antara PIS dan BGN, perusahaan perdagangan energi dan komoditas global, yang dimulai pada Desember 2022 dan dipercepat dengan penandatanganan perjanjian pada Oktober 2023.
Peluncuran kapal baru ini diresmikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Group CEO BGN Ruya Bayegan, Presiden dan CEO Hyundai Samho Heavy Industries Shin Hyeon Dae, CEO Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi, dan disaksikan oleh Komisaris Pertamina Iggi Haruman Achsien serta Komisaris PIS Lina Santi.
“Kehadiran kedua kapal VLGC ini tentunya akan meningkatkan kemampuan Pertamina Group dalam mengamankan pasokan energi guna mendukung ketahanan energi nasional. Teknologi mutakhir yang dimilikinya merupakan bukti komitmen Pertamina Group terhadap bisnis berkelanjutan,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan tertulis Senin (15/1/2024).
Nicke menyebutkan, VLGC terbaru ini memenuhi kriteria pelayaran internasional sehingga memungkinkan perluasan pasar di kancah global untuk membawa kejayaan bagi Indonesia.
Ruya Bayegan, Group CEO BGN, menambahkan pihaknya sangat senang menyaksikan dua kapal tersebut meluncur di perairan.
“Kami sangat senang melihat dua kapal modern dan efisien ini meluncur di perairan, berkat kemitraan kolaborasi kami dengan Pertamina International Shipping. Kami senang dapat membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung platform perdagangan energi dan komoditas global BGN dengan aset maritim ini,” kata Ruya.
JAMIN DISTRIBUSI ENERGI
Sementara itu CEO PIS, Yoki Firnandi mengatakan, sebagai Sub-Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina, PIS berperan penting dalam menjamin distribusi energi nasional Indonesia, negara kepulauan yang hampir dua pertiga wilayahnya adalah lautan.
PIS berencana terus memperluas armada tankernya untuk mengangkut LPG dan komoditas gas lainnya. “Kami berencana menambah 6 VLGC pada tahun 2024, dimulai dengan 2 VLGC di awal tahun, yang akan semakin memperkuat posisi PIS di bisnis transportasi LPG global," ungkap Yoki.
"Pembelian VLGC yang lebih berkelanjutan ini sejalan dengan misi kami untuk menjadi perusahaan logistik maritim yang mendukung target NDC Indonesia pada tahun 2030,” sambung dia.
Keunggulan keberlanjutan kapal yang berkontribusi terhadap transisi energi global termasuk memiliki tangki bahan bakar ganda, memungkinkan optimalisasi bahan bakar dan gas rendah sulfur.
Kapal-kapal tersebut tidak hanya dapat mengangkut gas atau LPG tetapi juga komoditas petrokimia seperti amonia. Teknologi terkini pada VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia diklaim mampu meningkatkan kecepatan kapal dengan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat, hingga 16%. Selain itu, kapal-kapal ini telah memasukkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) ke dalam operasi mereka.
Nama Tulip dan Bergenia dipilih karena memiliki arti khusus bagi PIS yang mungkin juga berlaku bagi BGN. Tulip melambangkan keagungan, sedangkan Bergenia melambangkan kekuatan. Dengan penambahan kapal tersebut, armada PIS kini berjumlah 97 unit, termasuk 61 kapal tanker yang beroperasi internasional.
“Kami optimistis jumlah ini akan terus bertambah di masa depan, sesuai dengan target perusahaan,” pungkas Yoki. (Arry/Oryza)











