- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
- Pray for NTT, Helikopter Wing Udara 2 Puspenerbal Antar Bantuan Logistik Menembus Daerah Terisolir
- Ambon Manise.. Serunya Lomba 17-an Prajurit dan Keluarga Kodaeral IX
- Cegah Kecelakaan Kerja Berbasis Risiko, Kemnaker Perkuat Peran Balai K3
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT
- Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan
Pesantren Diminta Lahirkan Mujahid Ekonomi dan Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Keterangan Gambar : Wapres KH Ma'ruf Amin acara Sarasehan Ekonomi, Keuangan Syariah dan Peresmian Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Foto: Setwapres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Pesantren di Indonesia dituntut mampu melahirkan para mujahid (pejuang) ekonomi, selain juga mencetak SDM yang memahami agama dengan baik. Hal ini sebagai upaya mewujudkan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat untuk mendukung kemandirian santri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Sarasehan Ekonomi, Keuangan Syariah dan Peresmian Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (30/08/2023).
Baca Lainnya :
- Kukuhkan Pramuka Garuda Siaga Kwarcab Jakarta Barat, Ini Pesan Walikota Uus Kuswanto0
- Keren! 5 Taruna Politeknik AUP Raih Apresiasi KKP, ini Inovasinya di Bidang Eduwisata Perikanan0
- Difasilitasi IPC TPK dan Pelindo Grup, Ratusan Anak Muda Tanjung Priok Dilatih Soft Skill 0
- Lepas 73 Lulusan Satdik KP Magang ke Jepang dan Taiwan, ini Pesan Menteri Trenggono0
- KKP Gandeng Pukyong National University Kembangkan Ocean Institute of Indonesia0
“Kemandirian ekonomi santri, pesantren, dan masyarakat sekitar niscaya akan meningkatkan kesejahteraan umat,” kata Wapres.
Lebih jauh, Wapres Ma'ruf Amin memaparkan bahwa program kemandirian yang banyak dikenal melalui pesantren, salah satunya adalah program One Pesantren One Product (OPOP). Menurutnya, keunikan program OPOP adalah mekanisme dan jenis produk yang disesuaikan dengan potensi unggulan lokal.
“Program ini patut diperluas, baik di Jawa Timur yang saat ini memiliki 5000 lebih pesantren, juga di wilayah lainnya,” pintanya.
Oleh karena itu, Wapres meminta agar jiwa kewirausahaan syariah yang inovatif dan kreatif terus ditumbuhkan. Hal ini penting karena Indonesia membutuhkan para wirausahawan yang mampu menggali dan menampilkan keunggulan sumber daya wilayah, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Akselerasi ekonomi pascapandemi akan lebih inklusif dan merata, jika digerakkan oleh para pelaku usaha yang produktif sekaligus menerapkan prinsip kebaikan syariah,” ungkap Wapres.
Menutup sambutannya, Wapres mengapresiasi terbentuknya Zona KHAS (Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia berharap dengan banyaknya Zona KHAS di berbagai tempat akan semakin meningkatkan rasa nyaman masyarakat dalam mengonsumsi produk halal.
“Semoga seterusnya makin banyak kemunculan Zona KHAS di seluruh pelosok Indonesia, demi menghadirkan kenyamanan dan keamanan konsumsi produk halal bagi masyarakat,” tutup Wapres. (Arr/Oryza)











