- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Perluas Pasar Perikanan Indonesia di Amerika, KKP Gandeng Kanada

Keterangan Gambar : JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Mutu menggandeng Kedutaan Besar Kanada (Kedubes Kanada) di Jakarta untuk menindaklanjuti hasil perundingan Indonesia - Canada CEPA (ICA CEPA) yang telah selesai Juni 2024.Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Mutu menggandeng Kedutaan Besar Kanada (Kedubes Kanada) di Jakarta untuk menindaklanjuti hasil perundingan Indonesia - Canada CEPA (ICA CEPA) yang telah selesai Juni 2024. Kerja sama bilateral ini memperkuat fasilitasi perdagangan dan membawa peluang perluasan pasar perikanan Indonesia di Benua Amerika.
"Perundingan ICA CEPA telah final pada Juni tahun lalu, dan ini adalah momentum bagi sektor perikanan untuk dapat memanfaatkan benefitnya terutama dari bidang SPS", kata Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Baca Lainnya :
- Mitigasi Wilayah Rawan Tsunami, KKP Tanam Ribuan Pohon Vegetasi di Daerah Pesisir0
- Bidik Ekspor Perikanan ke Uni Eropa, Ini Strategi KKP0
- Terdampak Pagar Laut Tangerang, Istri Nelayan Diedukasi Jadi Pelaku Usaha Pengolahan Ikan0
- Rantai Produksi Budi Daya, KKP Kendalikan dan Awasi Obat Ikan0
- Efisiensi Anggaran 34 Persen, Program Prioritas KKP Tetap Jalan0
Untuk mendapatkan berbagai fasilitas kemudahan dan perluasan akses pasar banyak negara melaksanakan negosiasi perdagangan komoditas secara bilateral dan meliputi berbagai aspek, atau yang biasa disebut Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
KKP sebagai lead sector perikanan aktif sejak 2022 mengikuti perundingan Indonesia - Canada CEPA (ICA CEPA). Pada gelaran bilateral ini, sektor perikanan terlibat dalam negosiasi bidang Sanitary and Phytosanitary (SPS), Technical Barrier to Trade (TBT) serta Trade and Sustainable Development-Environment.
Ishartini menambahkan, di bidang kerja sama SPS meliputi juga isu jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan. "Untuk isu SPS fishery terutama mutu dan keamanan hasil perikanan, maka Badan Mutu KKP adalah lead sectornya", tegasnya.
Bertemu Kedubes Kanada
Kedutaan Besar Kanada di Jakarta juga telah melakukan pertemuan koordinasi dengan Badan Mutu KKP untuk berkolaborasi dalam topik jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dibawah skema ICA CEPA.
Selanjutnya mereka akan memfasilitasi dan menghubungkan Badan Mutu KKP dengan mitra kerja atau otoritas kompeten di Kanada untuk melaksanakan koordinasi dan menyusun rencana aksi yang dapat diusulkan sebagai item agenda tindak lanjut setelah ICA CEPA resmi diteken.
Beberapa program yang diusulkan oleh Badan Mutu KKP bersifat joint action, capacity building, serta institutional buiding dalam rangka penguatan fasilitasi perdagangan Indonesia - Kanada sektor perikanan. Di antara kegiatan teknis yang disiskusikan oleh kedua pihak meliputi tema - tema sebagai berikut: market control and post-border surveillance on food safety, virtual audit, public transparency on food safety, serta berbagai kegiatan teknis sejenis lainnya.
"Badan Mutu KKP telah memiliki channel kerjasama dengan otoritas kompeten Kanada yaitu CFIA melalui Mutual Recognition Arrangement, sehingga koordinasi dengan Kedubes Kanada kali ini dapat segera ditindaklanjuti dengan pertemuan secara virtual antar otoritas kompeten dalam waktu 3 bulan ke depan", tukas Ishartini.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya mutu dan keamanan produk untuk memenuhi standar global. Dengan begitu, ekspor perikanan Indonesia ke pasar global dapat berdaya saing, khususnya Amerika Utara (Kanada dan AS), Jepang, Tiongkok, dan Eropa. (Bow/Oryz)











