- Menunggu Keputusan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Senayang, Kemenhub Sinkronkan Aspek Teknis
- Dukung Tata Ruang Laut Berkelanjutan, KKP Dorong Kolaborasi Program CSR
- Ganti Nakhoda, Ini Daftar Transformasi PELNI Dipimpin Tri Andayani
- Merapat di Surabaya, Kapal Diraja Rencong Tentera Laut Diraja Malaysia Disambut Koamada II
- Seru, Lomba Dayung Sekoci Karet Meriahkan HUT Ke-65 Kolinlamil
- Jajaran Direksi PELNI Dirombak, Dirut Dijabat Budi Setyawan Wijaya, Ini Susunan Pejabat Baru
- Baksos untuk Masyarakat Papua, TNI AL Gelar Donor Darah di Atas KRI dr.Soeharso
- IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir
- Pimpin Wisuda dan Penutupan Ditreg Seskoal, Kasal: Siap Hadapi Tantangan Dinamika Politik Global
- ASDP Peduli Desa Adat dan Budaya Bali, Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
Penyelundupan Pekerja Ilegal WNI dan WN Bangladesh Digagalkan Tim F1QR Lanal Dumai

Keterangan Gambar : Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai dan Satgas Gabungan Koarmada I berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan 24 orang WNA asal Bangladesh. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai dan Satgas Gabungan Koarmada I berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan 24 orang WNA asal Bangladesh. Para pekerja ilegal tersebut menggunakan sarana laut dengan tujuan Malaysia.
Upaya penyelundupan pekerja ilegal digagalkan aparat di Pesisir Pantai Pelintung, Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Sabtu (30/11/2024).
Baca Lainnya :
- Dor! Tim F1QR TNI AL Gagalkan Peredaran Narkoba Lewat Laut, Pelaku Dibekuk0
- Selundupkan Sangkar Ayam Isi 2,4 Kg Sabu dan 100 Ekstasi, Pemuda Dibekuk TNI AL di Pelabuhan0
- Dikejar Prajurit TNI AL, Penyelundup Buang 2,6 Kg Teh China Isi Shabu Ke Laut0
- Pelindo Gandeng Jamdatun Kejaksaan Agung, Bisnis Integritas Tinggi0
- Ini Jejak Karier Komjen Ahmad Dofiri, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1989 Diangkat Jadi Wakapolri0
Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (PM) Priatno, mewakili Komandan Lanal (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel saat memberikan keterangan pers di Mako Lanal Dumai pada hari Minggu (1/12), menjelaskan tim gabungan TNI AL berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan calon di Pesisir Pantai Pelintung Dumai.
Tim juga berhasil menangkap dua orang diduga pelaku Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), pria berinisial YN (43) warga Bangkinang dan BH (39) lelaki warga Dumai.
Kejadian berawal dari informasi terkait akan adanya penyeludupan calon PMI non-prosedural dan WNA dari Dumai ke Malaysia melalui Pesisir Pantai Pelintung. Setelah mendapat perintah dari Danlanal Dumai, tim yang dibagi menjadi dua (lait dan darat) segera bergegas menuju lokasi.
Tim laut bergerak menggunakan speed boat Patkamla Bengkalis dan tim darat bersama tim Satgas gabungan bergerak dari Posal Bengkalis menuju Pesisir Pantai Pelintung.
Sore harinya, tim darat mencurigai dan mengamankan YN, sopir mobil Xenia Hitam nopol B 1841 PIZ saat menurunkan penumpang di wilayah Pesisir Pantai Pelintung Kec. Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Kendaraan itu membawa 10 orang WNA Bangladesh diduga akan diselundupkan atau diseberangkan melalui laut ke Malaysia.
Tim darat segera melakukan pengembangan dan koordinasi ke tim laut yang melaksanakan penyekatan terhadap speed boat pengangkut/menjemput calon PMI dan WNA tersebut. Tim darat kemudian menyisir ke sekitar titik lokasi penurunan dan kembali.
Di lokasi ini tim kembali menemukan 17 orang calon pekerja asal Indonesia dan 14 orang WNA Bangladesh. Tim kemudian mengamankan seorang lelaki berinisial BH yang bertindak sebagai anak pantai (guide).
"Terhadap 2 orang terduga pelaku TPPM, kita serahkan ke Polres Dumai untuk proses hukum lebih lanjut, sementara 17 orang calon PMI serta 24 orang WNA asal Bangladesh diserahkan ke P4MI Dumai dan Imigrasi kelas I TPI Dumai untuk pendataan dan proses lebih lanjut,” pungkas Palaksa Lanal Dumai, Letkol Laut (PM) Priatno.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menerima segala informasi yang diterima, serta menindak tegas segala bentuk upaya tindak ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Bow/Oryza)











