- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji
- Edukasi Keselamatan Melaut, Posal Sungai Kakap Gelar Penyuluhan Nelayan Kecil
Pembangunan PPN Pangembangan, Modern, Inklusif Menuju Ekonomi Perikanan Maju

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para pelaku usaha perikanan di Provinsi Bali bersiap menghadapi transformasi industri. Foto:KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BALI: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para pelaku usaha perikanan di Provinsi Bali bersiap menghadapi transformasi industri.
Hal ini sejalan dengan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan melalui Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-I (IFP-IFM) yang juga menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan menegaskan proyek ini juga mendukung relokasi aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa seiring pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Pembangunan ini akan mencerminkan transformasi tata kelola perikanan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
Baca Lainnya :
- Pastikan Produk Perikanan Halal, KKP Gandeng BPJPH0
- Selamatkan Bumi, Hijaukan Pesisir Anyer Banten dengan Menanam Ribuan Mangrove0
- Bimbingan Teknis Identifikasi Hiu dan Pari Dilindungi, Jurus KKP Tingkatkan Pengelolaan Konservasi0
- Lulus Seleksi, 1.200 Calon Taruna Pendidikan Vokasi KKP Disiapkan Jadi Generasi Muda Maritim0
- Bangun Sentra Produksi Garam Nasional, KKP Perkuat Sinergi dengan Daerah0
“PPN Pengambengan dirancang sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap dari hulu ke hilir, mulai dari pelayanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengolahan, hingga pemasaran, yang akan menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan berkelanjutan,” ungkap Didit dalam siaran resmi KKP, Selasa (29/7/2025).
Penguatan Kopdeskel
Seiring pembangunan fisik pelabuhan, KKP juga memberi perhatian khusus pada pemberdayaan pelaku UMKM, yang akan difasilitasi dalam bentuk akses lokasi usaha, pendampingan manajemen, dan integrasi ke dalam rantai pasok industri perikanan modern.
KKP juga mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai wadah kelembagaan yang profesional dan berdaya saing, khususnya bagi nelayan kecil, pengolah, dan pedagang hasil perikanan.
Tak hanya itu, PPN Pengambengan juga diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui keterhubungan langsung antara pelabuhan, unit pengolahan ikan, dan jaringan distribusi pangan nasional. Dengan demikian, pelabuhan ini menjadi simpul penting dalam penyediaan pasokan protein hewani laut yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan.
Sementara itu Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyebut proyek ini mentransformasikan tata kelola perikanan tangkap menjadi semakin baik. Pengembangan ini akan meningkatkan kapasitas produksi ikan, daya tampung kapal, penyerapan tenaga kerja, serta penerimaan negara dari PNBP.
“Ini adalah investasi strategis untuk memperkuat fondasi industri perikanan nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan Indonesia utamanya dalam implementasi penangkapan ikan terukur,” tutur Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif.
Latif menambahkan transformasi ini bukan hanya milik pelaku usaha besar. Kami pastikan UMKM, koperasi, dan masyarakat lokal tumbuh bersama dan terlibat aktif dalam pengelolaan pelabuhan.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan PPN Pengambengan akan menjadi sentra perikanan di zona 4 penangkapan ikan terukur. Trenggono menegaskan setiap zona penangkapan ikan terukur akan dibangun minimal satu pelabuhan perikanan yang lengkap fasilitasnya. Mulai dari proses penangkapan ikan, loading unloading, hingga fasilitas industri di belakangnya. (Arry/Oryza)











