Operasi SAR Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan
Hilang Saat Meliput Anak Gunung Krakatau

By Indonesia Maritime News 18 Sep 2026, 00:30:58 WIB News
Operasi SAR Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Keterangan Gambar : Kepala Basarnas Banten, Al Amrad dan Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan Operasi SAR terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda dihentikan. Foto: ist


Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANTEN: Operasi pencarian terhadap lima jurnalis, dua ABK, dan satu guide hilang di di Perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Kamis (17/9/2026) resmi dihentikan.

Pencarian dihentikan karena selama 10 hari operasi besar-besaran yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, tidak ditemukan tanda-tanda maupun jejak keberadaan kedelapan orang tersebut. Kapal Arupadhatu I yang ditumpangi rombongan yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) hingga kini belum terlacak.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan hasil evaluasi sesuai aturan selama operasi SAR tujuh hari tidak ada tanda-tanda termasuk objek maka operasi bisa dihentikan. Namun operasi ini bisa ditambah, dan Tim SAR sudah menambah waktu pencarian selama tiga hari sehingga total menjadi 10 hari.

Baca Lainnya :

"Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed," jelas Al Amrad di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).

Operasi selama 10 hari tersebut  melibatkan Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu. Pihak  Polda Bengkulu juga terlibat mengidentifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano, namun hasil uji DNA belum keluar.

Al Amrad menambahkan, meskipun operasi SAR secara resmi dihentikan namun bila ada informasi temuan material terkait kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya, maka operasi bisa dibuka kembali.

Penyampaian informasi ke seluruh kapal yang melintas Selat Sunda juga akan terus dilakukan. Nelayan hingga masyarakat yang mengetahui informasi terkait kapal Arupadhatu 1, bisa segera melapor ke kantor polisi terdekat atau ke Basarnas Banten.

"Kami juga sudah menyampaikan e-brodcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut. Kami akan memperkuat lagi dengan e-brodcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti," tandasnya.

Tetap Dipantau

Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, meskipun operasi SAR secara resmi dihentikan namun pemantauan tetap dilakukan.

"Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," kata Andra Soni.

Dijeskannya, Andra mengatakan, selama proses pencarian, tim SAR menemukan 13 objek, seperti life jacket, terpal, helm, hingga galon.  Namun objek tersebut tidak mengarah pada kapal Arupadhatu I.

"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I," jelas Andra.

"Dan kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan," ujar Andra.

Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, lima jurnalis  dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatu. Kelima jurnalis tersebut yaitu: Arie Basuki (Merdeka.com), M Bagus Khoirunnas (Antara), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis freelance). Mereka saat itu sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Selain kelima jurnalis tersebut, tiga orang kru kaal yang juga hilang yaitu

Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (anak buah kapal/ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Tim SAR gabungan telah mengerahkan 22 kapal dan helikopter untuk melakukan operasi pencarian. Pada hari kesembilan, pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah Selat Sunda sejauh 3.439 nautical mile (NM) persegi dengan 8 sektor. Namun hasilnya nihil.

TNI AL sendiri mengerahkan tiga kapal perang di antaranya KRI Leuser-924 dan KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 untuk memperkuat operasi pencarian dan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda. Tiga KAL juga dikerahkan untuk melakukan pencarian, namun hasilnya belum mengarah pada ditemukan jejak keberadaan rombongan tersebut. (Han/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook