- Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik
- Kembangkan PPN Kejawanan Bertaraf Internasional, KKP Targetkan Serap 8.000 Tenaga Kerja
- Operasi SAR Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan
- TNI AL Kerahkan Penyelam dan Robot Bawah Air, Pasang Buoy Pengaman Bangkai KMP Virgo Transport 8
- ITS Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat TNI AL Masuk Perairan Indonesia, Disambut Resmi Menhan
- Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub: Momentum Evaluasi Pelayanan kepada Masyarakat
- Lantik Pengurus PWI Kepri, Cak Munir Ingatkan Spirit DNA Wartawan Pejuang
- TEUs Bersinar KSO TPK Koja Perluas Akses Pendidikan 100 Pelajar
- Arus Petikemas Tumbuh 12,38 %, PT Terminal Teluk Lamong Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026
- Menaker: Mahasiswa Perlu Seimbangkan Keahlian Teknis dan Kemampuan Komunikasi
Kembangkan PPN Kejawanan Bertaraf Internasional, KKP Targetkan Serap 8.000 Tenaga Kerja
Beri Akses Khusus Nelayan Kecil

Keterangan Gambar : Groundbreaking pengembangan PPN Kejawanan dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, serta perwakilan IsDB, Kamis (17/9/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), CIREBON: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat menjadi bertaraf internasional dan ramah lingkungan.
Produksi perikanan pelabuhan diproyeksikan meroket menjadi 32.000 ton per tahun, menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja, serta memberi akses bagi nelayan tradisional untuk berdaya saing.
Groundbreaking pengembangan PPN Kejawanan dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, serta perwakilan IsDB, Kamis (17/9/2026).
Baca Lainnya :
- TEUs Bersinar KSO TPK Koja Perluas Akses Pendidikan 100 Pelajar0
- Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO0
- Pelindo Regional 2 Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Kenalkan Jejak Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa0
- Resahkan Nelayan, 37 Rumpon Ilegal di Maluku Utara Ditertibkan KKP0
- Optimalkan PNPB, Ditjen Hubla Pertajam Akurasi Perhitungan Luas Penggunaan Perairan Pelabuhan0
Proyek pengembangan Integrated Fishing Port and International Fish Market (IFP-IFM) Phase I ini nilai investasinya sekitar Rp459 miliar dengan dukungan Islamic Development Bank (IsDB). Estimasi pembangunannya sendiri memakan waktu sekitar 2 tahun.
Menteri Trenggono menyebut pengembangan PPN Kejawanan akan menjawab sejumlah masalah perikanan saat ini, diantaranya untuk mengurai kepadatan kapal-kapal perikanan di kolam pelabuhan, peningkatan produktivitas perikanan tangkap serta daya saingnya, hingga penyerapan tenaga kerja.
“Ini adalah salah satu tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan. Ini dilakukan berdasarkan perencanaan, mimpinya adalah sebuah lokasi pelabuhan perikanan yang modern, bagus, bersih tidak berbau, yang betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata yang tematik sesuai dengan karakter di daerah,” ungkap Trenggono usai acara groundbreaking pengembangan PPN Kejawanan di Cirebon.
Merujuk data kajian, kapasitas kolam PPN Kejawanan yang saat ini hanya untuk 241 kapal, setelah dikembangkan akan mampu menampung hingga 500 kapal. Sejalan dengan penambahan kapal-kapal yang berlabuh itu, produksi pendaratan ikan diproyeksikan melonjak sampai 32.000 ton per tahun dari yang semula 5.600 ton.
Di samping itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan di pelabuhan akan bertambah dari yang semula Rp15 miliar per tahun menjadi Rp53 miliar. Untuk penyerapan tenaga kerja ditaksir mencapai 8.000 orang dari yang saat ini sekitar 2.900 pekerja.
Area Luas dan Modern
Adapun keistimewaan PPN Kejawanan setelah dikembangkan yakni areanya menjadi lebih luas dan modern, pemisahan zona bersih dan zona kotor, serta dilengkapi fasilitas dan layanan perikanan yang lebih lengkap.
Di area tersebut terdapat gedung pelayanan dan pengajuan sertifikasi untuk mendukung peningkatan daya saing perikanan yang dihasilkan, penambahan jumlah dermaga, termasuk dermaga khusus untuk kapal-kapal tradisional. Terdapat pula penambahan tempat pelelangan ikan yang dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) modern, kawasan usaha perikanan, serta terdapat groin, rivetmen, hingga breakwater di sisi barat dan timur untuk melindungi area pelabuhan dari ombak dan abrasi.
Dengan modernisasi dan kelengkapan fasilitas yang disiapkan, PPN Kejawanan akan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan, dengan layanan one stop service dan one stop solution bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal, agar produk perikanan semakin berdaya saing di tingkat internasional. Pengembangan PPN Kejawanan juga akan berkontribusi meningkatkan citra pariwisata di Cirebon, khususnya wisata bahari.
Dukungan Islamic Development Bank
Perwakilan Islamic Development Bank (IsDB) Anisa Pratiwi, menyebut dukungan pengembangan PPN Kejawanan menjadi pelabuhan modern terintegrasi menegaskan hubungan baik Pemerintah Indonesia dengan IsDB yang sudah berjalan sekitar 50 tahun.
Dukungan pembangunan ini juga sebagai komitmen IsDB terhadap tata kelola sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia, rantai nilai perikanan yang semakin terintegrasi dan berdaya saing.
“Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang semakin kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan dan logisitik, hingga akses pasar baik domestik maupun internasional. Dengan demikian kami berharap kualitas produk perikanan Indonesia dapat terus meningkat,” urai Anisa. (Riz/oryza)











