- Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Ini Penjelasan Ditjen Hubla Soal Kronologis dan Operasi SAR
- Paus Sperma 9,8 Meter Mati Terdampar di Ternate, Dikubur Pakai Escavator
- KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik Hanya Tampak Bagian Lunas, Menhub: Tidak Tenggelam
- Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Tandatangani Perjanjian Kerja
- KRI Teluk Gilimanuk-531 Temukan Terpal dan Pelampung, Belum Ada Petunjuk Keberadaan 5 Jurnalis
- Operasi SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Kerahkan 4 Kapal Perang dan 3 Pesawat Udara
- 107 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan Selamat, 6 Meninggal, 130 Masih Dicari
- Hari Keenam Mencari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kapal TNI AL Kembali Temukan Pelampung
- Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Ini Kronologisnya
- Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Ini Penjelasan Ditjen Hubla Soal Kronologis dan Operasi SAR

Keterangan Gambar : KMP Virgo Transport 8. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANJARMASIN: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengkoordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban insiden kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Minggu (13/9/2026).
Melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin, Kemenhub menyampaikan informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa.
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT yang dinakhodai oleh Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT. Virgo Karya Shipping, sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.
Baca Lainnya :
- KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik Hanya Tampak Bagian Lunas, Menhub: Tidak Tenggelam 0
- KRI Teluk Gilimanuk-531 Temukan Terpal dan Pelampung, Belum Ada Petunjuk Keberadaan 5 Jurnalis0
- Operasi SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Kerahkan 4 Kapal Perang dan 3 Pesawat Udara0
- 107 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan Selamat, 6 Meninggal, 130 Masih Dicari0
- Hari Keenam Mencari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kapal TNI AL Kembali Temukan Pelampung0
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Posko ini bertujuan untuk penanganan serta membangun koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Basarnas, BUP PT. Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT. Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal serta pihak keluarga.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kronologi awal kejadian. Dijelaskan, kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Berdasarkan data manifes, kapal membawa total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.
"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujar Heri Purwanto.
Sementara itu, upaya evakuasi dan penanggulangan di lapangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, serta dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian yakni: KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Selain itu, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.
"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," ungkapnya.
Terkait dugaan sementara penyebab kecelakaan baik dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi serta konfirmasi lanjutan.
"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," tutupnya. (Arry/oryza)











