- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang

Keterangan Gambar : Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut ribuan pemudik yang sebagian membawa sepeda motor, telah sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (18/3/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ACEH: Program mudik gratis melalui jalur laut yang digelar TNI AL menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman. TNI AL mengerahkan beberapa kapal perang untuk membawa pemudik merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman.
Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut ribuan pemudik telah sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (18/3/2026).
Kedatangan para pemudik disambut langsung oleh Wali Kota Semarang bersama Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang Kolonel Marinir Sabprowanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang. Suasana hangat dan penuh antusias terlihat saat para pemudik turun dari kapal setelah menempuh perjalanan dari Jakarta.
Baca Lainnya :
- Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang0
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur0
- Kombes AM Kamal, Dari Operasi DOM Aceh hingga Satgas Damai Papua, Mengabdi untuk Negeri0
- Wisata Golf Baru Milik Keluarga Cendana di Lembah Gunung Salak0
- Halal Bihalal Keluarga Besar PPAL, Pengabdian Purna Tugas Mencari Ridho Allah0
Dalam siaran resmi Dispenal disebutkan, program mudik gratis TNI Angkatan Laut ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya menghadirkan alternatif transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur darat sekaligus menekan risiko kecelakaan selama musim mudik.
Dalam program tersebut, TNI AL menyiapkan Kapal Perang Republik Indonesia untuk mengangkut para pemudik beserta kendaraan roda dua secara gratis dengan beberapa rute pelayaran, di antaranya Jakarta menuju Semarang dan Surabaya, serta rute Jakarta menuju Bangka Belitung.
KRI Banda Aceh-593 yang melayani rute Jakarta–Semarang–Surabaya sebelumnya diberangkatkan dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (17/3/2026).
Pada pelayaran ini, KRI Banda Aceh-593 mengangkut 1447 pemudik beserta 503 unit sepeda motor. Dari jumlah tersebut, sekitar 707 orang merupakan masyarakat Kota Semarang dan wilayah sekitarnya yang memanfaatkan program mudik gratis melalui jalur laut ini.
Untuk memberikan kemudahan bagi para pemudik yang tidak membawa kendaraan pribadi, Lanal Semarang juga menyiapkan armada bus yang akan mengantarkan mereka menuju sejumlah titik transportasi lanjutan, seperti Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, maupun Terminal Terboyo, sehingga para pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing.
Melalui program ini, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam membantu kelancaran arus mudik nasional, sekaligus meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman. (Bow/Oryza)











