- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Malam Tahun Baru di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo: Kita Harus Semangat, Ikhlas, Tegar..

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo menghabiskan malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana, di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu malam 31 Desember 2025. Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TAPSEL: Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan berdoa bersama warga di lokasi terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kec. Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut.
Suasana di Desa Batu Hula pada Rabu malam (31/12/2025) terasa berbeda. Di tengah suasana sederhana dan penuh kehangatan, Presiden Prabowo hadir langsung bersama masyarakat, memanjatkan doa, serta menguatkan harapan akan pemulihan dan masa depan yang lebih baik.
Di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, kehadiran Presiden mengubah suasana menjadi lebih ceria. Tepuk tangan, senyum lebar, dan tawa anak-anak menyambut Kepala Negara yang datang tanpa jarak, tanpa protokoler yang kaku, dan langsung berbaur dengan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Tutup Tahun 2025, TNI AL Menggelar Aksi Kemanusiaan di Bireun Aceh0
- Diangkut KRI Makassar-590, Logistik Bantuan Bencana Tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh0
- Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025/2026, Armada TNI AL Amankan Jalur Perairan Terpadat0
- Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Beri Pelayanan Terbaik0
- Wakasal Tinjau Langsung Distribusi Bantuan Bencana Sumatera0
Tanpa sekat dan tanpa formalitas, Presiden Prabowo bersalaman, menyapa satu per satu warga, serta duduk bersama mereka menantikan detik-detik pergantian tahun. Momen sederhana tersebut menjadi penguat batin bagi warga yang masih menjalani masa pemulihan.
Dalam siaran resmi Setpres diungkapkan, malam Tahun Baru 2026 di Desa Batu Hula tanpa ada perayaan meriah. Malam pergantian tahun diisi dengan refleksi dan kebersamaan.
Di tengah suasana darurat, kebersamaan itu menghadirkan kebahagiaan yang tulus. Tidak ada pesta kembang api atau perayaan meriah, namun kehadiran Presiden memberi rasa aman dan keyakinan bahwa negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.
Menjelang pergantian tahun, Presiden Prabowo bersama warga menyanyikan lagu-lagu nasional di antaranya “Tanah Air” dan “Rayuan Pulau Kelapa”. Lagu-lagu tersebut menggema pelan, menyatukan harapan di tengah suasana malam yang khidmat.
Berdoa Bersama
Presiden Prabowo kemudian mengajak masyarakat berdoa. “Kita tentunya berdoa terus bahwa yang Maha Kuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas, kita harus terus kuat, tegar jiwa kita,” ujar Presiden.
Kepala Negara juga menyampaikan ucapan Tahun Baru yang sarat makna dan doa. “Selamat Tahun Baru, Tahun 2026, semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” ucap Presiden.
Doa bersama pada malam pergantian tahun itu menjadi simbol solidaritas dan gotong royong. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran Presiden Prabowo memberi ketenangan dan keyakinan bahwa pemerintah terus mendampingi rakyat, tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan batin dan semangat kebersamaan menyongsong tahun 2026.
Kepada para warga, Presiden menyampaikan kehadirannya di Tapanuli Selatan pada pergantian tahun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu bersama rakyat khususnya mereka yang terdampak bencana.
Sebagai catatan, bencana alam bandang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 22-25 November 2025 lalu. Musibah ini mengakibatkan lebih dari 1000 warga di tiga provinsi meninggal dunia serta kerusakan infrakstruktur. (Arry/Mar)











