- Mursyid Thariqah an-Naqsyabandiyyah K.H. Muhammad Rohmat Noor Telah Pergi
- PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Atur Mekanisme Pemilihan Ketum
- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025/2026, Armada TNI AL Amankan Jalur Perairan Terpadat

Keterangan Gambar : Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan melakukan rapat koordinasi Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025/2026 bersama Pangkolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara; Dirjen Hubla Mahsyhud dan pejabat terkait. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI AL bersinergi dengan Kementerian Perhubungan serta instansi maritim terkait, menggelar Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025/2026.
Operasi pengamanan ini mencakup jalur lintas laut, sungai, danau, hingga titik penyeberangan strategis di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Salah satu fokus yang jadi perhatian adalah jalur lintas penyeberangan Merak-Bakauheni. TNI AL berkomitmen penuh dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur Nataru.
Baca Lainnya :
- Antusiame Masyarakat Tinggi, Kuota Diskon Tiket Kapal Pelni Tinggal 32 Persen0
- Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Beri Pelayanan Terbaik0
- Wakasal Tinjau Langsung Distribusi Bantuan Bencana Sumatera0
- Menteri AHY Lepas KRI Semarang-594 Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera0
- Kapal MV Egon Sandar di Aceh, Bawa 1 Truk Bantuan Logistik, 13 Motor Brimob & 2 Swamp Boat Polairud0
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi transportasi laut yang digelar Kamis (25/12/2025) di Jakarta. Rapat dihadiri oleh Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan; Pangkolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara; Dirjen Hubla Mahsyhud, Hendri Ginting selaku Direktur KPLP,
Kepala KSOP Tanjung Priok Heru Widada dan para pejabat terkait lainnya.
Laksda Yayan menyampaikan, kolaborasi antara TNI AL dan Kemenhub adalah seperti melakukan familiarisasi terhadap para operator pelabuhan dan transportasi laut terkait, dengan persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi lalu mengaktifkan vessel monitoring system sehingga Puskodal baik dari Kemenhub dan TNI AL dapat memonitor pergerakan kapal di laut.
Ia menekankan, yang tidak kalah penting yakni terus melakukan pengecekan terhadap sarana prasarana keselamatan dan kesehatan yang ada di kapal-kapal yang akan digunakan untuk mendukung Nataru dimana hal ini sangat penting.
TNI AL juga menyiagakan KRI dan personilnya dalam mendukung pengamanan Nataru di lokasi-lokasi pelabuhan yang menjadi titik kepadatan Nataru.
Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025-2026 berlangsung mulai H-7 sebelum Natal 2025 hingga H+7 setelah Tahun Baru 2026. Langkah ini merupakan implementasi amanat UUD 1945 dan UU TNI No. 3 Tahun 2025 terkait tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu pemerintah mengamankan pelayaran.
Hal ini sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran operasional untuk bersiaga penuh.
Jalur Terpadat
Fokus utama pengamanan yaitu pada titik krusial dengan intensitas tinggi, seperti Lintasan Merak – Bakauheni. Di lintasan ini dikerahkan kekuatan dari Kodaeral III (1 KRI), Lanal Banten (4 KAL, 1 Sea Rider, 1 Patkamla, 1 RHIB), dan Lanal Lampung (1 KAL, 3 Patkamla, 1 Sea Rider).
Adapun secara nasional seluruh jajaran di bawah Koarmada, Kodaeral, hingga Lanal menyiagakan KRI, KAL, dan Patkamla berkoordinasi dengan UPT Ditjen Hubla di berbagai pelabuhan umum untuk mendukung pengamanan. (Arry/Mar)











