- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Luncurkan Aplikasi Port Save, IPC TPK Tingkatkan Keamanan Kerja, Wujudkan Zero Accident

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas/IPC TPK luncurkan aplikasi berbasis website untuk meningkatkan sterilisasi di area kerja pelabuhan.Foto: Humas IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: IPC Terminal Petikemas/IPC TPK luncurkan aplikasi berbasis website untuk meningkatkan sterilisasi di area kerja pelabuhan. Hadirnya Port Safe diharapkan dapat mewujudkan zero accident, meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas.
Anak usaha Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) tersebut melakukan Go Live aplikasi Port Safe, sebuah sistem monitoring safety awareness di lingkungan kerja IPC TPK. Peluncuran Port Safe merupakan bentuk inovasi perusahaan pada kegiatan kepelabuhanan dalam rangka digitalisasi menuju Smart Port.
Baca Lainnya :
- Pelabuhan Makassar Ditanami Bunga Bugenville, Lestarikan Lingkungan di Ruang Publik0
- Kunjungi Pelindo Regional 2, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik UI Timba Ilmu Kepelabuhanan0
- Proyek Makassar New Port, Pelindo Group Bangun Akses Jalan Warga Buloa Sulsel0
- Digitalisasi Pelindo Regional 2 Panjang Standarisasi Pelayanan, STID Pangkas Biroksi & Pungli0
- Ini Keunggulan TTL Kembali Raih Predikat Operator Terminal Petikemas Terbaik di ILA 20240
Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana mengatakan melalui aplikasi ini diharapkan zero accident atau nihil kecelakaan bisa terwujud.
"Kami luncurkan aplikasi berbasis website untuk meningkatkan sterilisasi di area kerja pelabuhan. Hadirnya Port Safe diharapkan dapat mewujudkan zero accident, meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam berkegiatan operasional di area terminal serta meningkatkan produktifitas terminal." ujar Guna Mulyana melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/11/2024).
Peluncuran dan sosialisasi Port Safe dilakukan pada acara QHSSE Forum kedua di tahun 2024. QHSSE Forum merupakan wadah komunikasi dan diskusi antara manajemen IPC TPK dengan stakeholder terkait penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di pelabuhan.
Bertempat di Museum Maritim Indonesia, acara tersebut dihadiri oleh Direksi dan Manajemen IPC TPK, perwakilan dari Asosiasi, perwakilan dari mitra Perusahaan Bongkar Muat, perwakilan dari pengguna jasa serta perwakilan dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di lingkungan IPC TPK Tanjung Priok.
Aplikasi Port Safe ini merupakan tools untuk meningkatkan kesadaran pekerja terkait Safety Awareness, sterilisasi area terminal petikemas IPC TPK dan untuk melakukan monitoring terhadap seluruh aktivitas stakeholder masuk atau keluar dari atau ke terminal petikemas yang dikelola IPC TPK.
Saat ini penerapan dilakukan di IPC TPK Area Tanjung Priok 2. Rencananya penerapan Port Safe akan dilakukan secara bertahap di seluruh area kerja IPC TPK.
"Port Safe merupakan inovasi hasil rancangan internal IPC TPK yang diterapkan untuk meningkatkan kesadaran seluruh stakeholder pelabuhan dalam penerapan aspek K3 di dalam lingkungan kerja IPC TPK. Port Safe juga memaksimalkan pusat kontrol yang mengatur dan mengendalikan terminal dari kondisi berbahaya (unsafe, unhealthy & unsecure condition)." tutup Guna.
Melalui aplikasi Port Safe, petugas keamanan dapat langsung mengetahui apabila terjadi kondisi berbahaya (unsafe, unhealthy & unsecure condition). Laporan tersebut akan terkirim secara real time ke tim Safety Control. Tim HSSE dapat langsung melakukan monitoring atau eskalasi terhadap laporan yang diterima melalui CCTV monitoring dan dapat memberikan peringatan secara langsung di lapangan. (Arry/Oryza)











