Lulus Kuliah Gratis Program KKP, Ribuan Anak Nelayan Anti Nganggur, Terserap Dunia Kerja

By Indonesia Maritime News 17 Des 2025, 19:10:22 WIB Maritim
Lulus Kuliah Gratis Program KKP, Ribuan Anak Nelayan Anti Nganggur, Terserap Dunia Kerja

Keterangan Gambar : Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta (kedua dari kiri) dalam jumpa pers akhir tahun kantornya di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Foto: property of indonesiamaritimenews.com



Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) telah meluluskan ribuan taruna anak pelaku sektor kelautan dan perikanan yang mengikuti sekolah dan kuliah gratis.

BPPSDM KP telah mencatatkan capaian strategis sepanjang 2025 dalam membangun SDM kelautan dan perikanan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Sepanjang 2025 ini KKP juga telah melatih 18.556 masyarakat KP pada berbagai subsektor.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta dalam jumpa pers akhir tahun kantornya di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan fondasi utama keberhasilan program prioritas Presiden dan kebijakan ekonomi biru KKP.

Baca Lainnya :

"Kalau bicara tentang peran dari BPPSDM ini adalah bagaimana kita menyiapkan SDM yang unggul, yang tangguh yang bertalenta global dalam rangka untuk mensupport dan mendukung program prioritas blue ekonomi," jelas Nyoman.

BPPSDM melakukan pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi serta penyuluhan untyk menyiapkan SDM unggul di sektor kelautan dan perikanan.

Anak Pelaku Usaha

Dijelaskan Nyoman, KKP melalui BPPSDM mengelola satuan pendidikan, baik satuan pendidikan tinggi maupun satuan pendidikan pendidikan menengah. Untuk satuan pendidikan tinggi ada 11 politeknik, rinciannya 1 levelnya D4, 9 levelnya D3 dan 1 levelnya akademi komunitas.

"Total taruna yang ada di dalam kampus saat ini yaitu 5.891 taruna," jelas Nyoman. Para taruna tersebut adalah anak pelaku utama kelautan dan perikanan. "Ini adalah sekolah gratis yang disediakan oleh KKP. Jadi seluruh pembiayaan ditanggung oleh pemerintah melalui KKP," sambung Nyoman.

Nyoman menggarisbawahi, hal yang paling penting adalah seluruh taruna adalah anak pelaku utama usaha kelautan dan perikanan antara lain anak nelayan, anak pembudidaya ikan, petambak garam, pengolah perikanan maupun pemasar perikanan. Hampir 80 persen para taruna tersebut adalah anak dari keluarga low income, atau berpenghasilan rendah.

BPPSDM juga mengelola satuan pendidikan menengah. Ada 5 sekolah utama pendidikan menengah (SUPM), dengan 550 siswa dan 150 guru yang tersebar di sejumlah daerah.

Pengembangan pendidikan tersebut, sambung Nyoman adalah peran KKP dalam meningkatkan kapasitas sumber daya pelaku kelautan dan perikanan yang kondisinya sangat termarjinalkan.

Adapun capaian pendidikan dari peserta yang telah dididik oleh KKP adalah, tahun 2025 telah diluluskan 2.526 peserta didik. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.294 (90,4 persen) sudah terserap di pasar kerja baik di sektor industri dalam maupun luar negeri, instansi pemerintah, berwiraswasta ataupun melanjutkan kuliah.

"Saya kira ini adalah  capaian monumental. Kami menginginkan peserta yang lulus tersebut bisa terserap 100 persen," ujar Nyoman.

Pelatihan dan Sertifikasi

KKP juga menggelar berbagai pelatihan bagi masyarakat. Tahun 2025 ini KKP telah melatih 18.556 orang di balai-balai pelatihan yang dimiliki oleh KKP.

Pelatihan digelar pada berbagai subsektor, mulai dari perikanan tangkap terukur berbasis kuota, budi daya laut, pesisir, dan darat berkelanjutan, pengolahan hasil perikanan, konservasi, hingga pengendalian sampah plastik laut.

Di bidang standardisasi dan sertifikasi, BPPSDM KP memperluas akses sertifikasikompetensi bagi SDM KP. Sepanjang 2025, sebanyak 3.659 SDM KP tersertifikasi diberbagai bidang, meliputi perikanan tangkap, budi daya, pengolahan, permesinan, dan manajemen.

BPPSDM KP juga menyusun 51 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai acuan peningkatan daya saing tenaga kerja nasional. Ke depan, BPPSDM KP berkomitmen memperkuat sinergi pendidikan, pelatihan, standardisasi dan sertifikasi, serta penyuluhan dalam satu ekosistem pembangunan SDMKP.

Dengan SDM yang unggul dan berkelanjutan, sektor kelautan dan perikanan diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi biru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

BPPSDM KP juga mendorong transformasi pembelajaran melalui pengembangan Corporate University yang mengintegrasikan seluruh unit kerja sebagai organisasi pembelajar. Hingga akhir September 2025, sistem ini telah mengakomodasi pelatihan bagi 215 aparatur KKP untuk memastikan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan dan terukur. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook