- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Lintasi Laut Merah dan Teluk Aden, KRI Frans Keisiepo-368 Siaga Jaga Perang

Keterangan Gambar : Prajurit KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan Peran Siaga Perang saat melintasi kawasan Laut Merah dan Teluk Aden. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenewa.com (IMN), JAKARTA: Mengantisipasi perkembangan situasi pada saat melintas Laut Merah, Selat Bab El Mandeb, dan Teluk Aden, KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan Peran Jaga Perang.
Baca Lainnya :
- Cegah Abrasi, TNI AL Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Tolitoli0
- Dilepas Menhan Prabowo Subianto, KRI dr. Rajiman Berlayar Bawa Bantuan untuk Rakyat Palestina0
- Kasal: Kesadaran Kedaulatan Wilayah Laut Terpatri di Sanubari Pendiri Bangsa0
- KRI Frans Kaisiepo-368 Singgah di Jeddah, Alhamdulillah Prajurit Bisa Umrah0
- Mengenang Komodor Yos Sudarso, Prajurit TNI Tabur Bunga dari Atas KRI Bima Suci0
Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan saat melintasi perairan tersebut mulai tanggal 16 Januari sampai 19 Januari 2024, dalam pelayaran menuju ke tanah air usai menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Perairan Laut Merah, Bab El Mandeb, dan Teluk Aden menjadi Area Of Interest dengan kondisi keamanan yang belum kondusif. Hal ini menyusul serangan terhadap beberapa kapal niaga yang melintas oleh Kelompok Houthi dari Yaman, dan eksistensi perompak dari Somalia.
Dalam situasi ini KRI sekaligus hadir untuk memberikan rasa aman bagi kapal-kapal berbendera Indonesia yang memiliki peran sentral sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Selama Peran Jaga Perang, KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan pengawakan sensor, senjata, serta komando kendali yang modern dan terintegrasi dengan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi. Sniper dan senjata ringan juga disiagakan di beberapa titik.
Selain itu, KRI aktif menjalin komunikasi dengan kapal perang asing yang tergabung dalam CTF 151 (Counter Piracy) dan CTF 153 (Security Cooperation in Red Sea and Gulf of Aden), pesawat udara militer yang melintas pada kolom udara di atasnya, serta kapal-kapal niaga terutama yang berbendera Indonesia dalam rangka sharing informasi dan update situasi terkini.
Komandan KRI Frans Kaisiepo-368, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh mengatakan pemberlakuan Peran Jaga Perang harus dilaksanakan dengan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi, dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan.
"Gambaran taktis udara dan permukaan harus dapat dibangun secara komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan. Kehadiran KRI juga memberikan rasa aman bagi kapal-kapal berbendera Indonesia sekaligus meyakinkan mereka melalui The Internationally Recommended Transit Corridor (IRCT) saat melintasi Teluk Aden”, tegas Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.
Peran Jaga Perang merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, agar setiap KRI meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi perkembangan situasi pada saat melintasi perairan internasional.
Selain itu, Kasal juga menekankan kepada seluruh prajurit Jalasena untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan serta menjaga keselamatan dalam bertugas. (Arry/Ory)











