- EAZI Bawa TPK Nilam Rekor Tertinggi Arus Petikemas 2026
- BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
- Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Kesejahteraan Buruh, Ini Kata Said Iqbal
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus Bidang Kesejahteraan Buruh
- Modus Penyelundupan Merkuri Ilegal Rp 1,5 M Diendus TNI AL Gagal Masuk Priok
- Kampus Bukan Prioritas?
- Presiden Prabowo Copot Ketua BGN Dadan Hindayana dan 2 Wakilnya, Diganti Nanik S Deyang
- TNI AL Musnahkan Miras, Pengawasan Jalur Laut di Perbatasan Diperketat
- Mulai Juni,Tiap Akhir Pekan ASDP Layani Penyeberangan Hunimua–Waipirit 24 Jam
- Peringati WOD & Coral Triangle Day 2026, KKP Perkuat Kolaborasi Lindungi Laut
Dirut Krakatau Steel Gandeng Pelindo Dorong Layanan Logistik Angkutan Laut, Kurangi Beban Jalur Darat
FGD Implementasi Konektivitas Logistik di Banten

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, SH, MM. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Direktur Utama PT Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, SH, MM, mengatakan beban jalur transportasi darat sudah terlalu berat serta kurang efisien. Ia mengajak stakeholder pelabuhan dan pelaku industri untuk bersinergi menekan biaya logistik nasional dengan menggunakan jalur laut.
Hal ini dikemukakan Akbar sebagai keynote spaker dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). FGD yang digelar oleh PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) ini mengangkat tema Implementasi Konektivitas Logistik di Banten.
Acara FGD ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Julianto (Direktur Kepelabuhanan Kemenhub); Noor Fuad (Dirut PT Krakatau Bandar Samudra); Hermin Esti Setiowati (Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko IPK); Hari Warganegara (Direktur Eksekutif IISIA) serta Prasetyo (Direktur Pengembangan Usaha Pelindo).
Dalam sambutannya Akbar Djohan mengatakan sudah lama ia menggagas acara FGD untuk costumer gathering bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Biaya logistik yang tinggi adalah salah satu yang mendorong Akbar untuk bersinergi dengan BUMN lainnya guna memberi masukan kepada pemerintah dan mencari solusi.
Baca Lainnya :
- EAZI Bawa TPK Nilam Rekor Tertinggi Arus Petikemas 20260
- Mulai Juni,Tiap Akhir Pekan ASDP Layani Penyeberangan Hunimua–Waipirit 24 Jam0
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal0
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional0
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 20260
Akbar mengutip pesan dari Sun Tzu, seorang jenderal militer terkenal yang mengatakan, 'momentum yang dimanfaatkan akan membuka lebih banyaj peluang daripadayang sekadar direncanakan'. Kutipan itu, kata Akbar, tentu dalam konteks connectivity yang real.
"Kita akan diskusi bagaimana peran BUMN ingin memberi sumbangsih nyata bahwa BUMN tidak semata-mata mengar keuntungan semata. Tetapi bagaimana kehadiran BUMN bisa memberi dampak yang sistemik terhadap logistik nasional," kata Akbar.
Zero Odol
Akbar mengungkapkan, pada Januari 2027 mendatang akan diterapkan program strategis yaitu penerapan zero Odol (Over Dimension dan Over Loading). Kemacetan pada ruas tol Merak-Jakarta maupun sebaliknya, menurut Akbar berdampak pada pemborosan luar biasa. Ketidak pastian sampainya barang, juga luar biasa.
"Data di Perhubungan, ada sekitar 145.000 kendaraan setiap hari lalu-lalang di ruas Merak-Jakarta atau sebaliknya," ungkap Akbar. Bila 20 persen dari angka tersebut adalah golongan 2 sampai golongan 5, maka ada sekitar 22 ribu hingga 25 ribu traffic kendaraan yang memadati ruas tol Merak-Jakarta. "Itulah potret logistik kita," ujar Akbar.
Word Bank pernah menyebutkan bahwa biaya logistik nasional mencapai 23 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Namun hasil kajian kembali oleh Bapenas, angkanya ternyata lebih rendah yaitu sekitar 14 persen.
Menurut Akbar, pihaknya dengan Pelindo sebagai sesama BUMN pemilik infrastruktur dan aset di pelabuhan, ingin memberi masukan kepada pemerintah bagaimana traffic distribusi barang impor bahan baku maupun bongkar muat di Pelabuhan Priok, ataupun ekspor dari wilayah Banten, tidak lagi melalui darat.
Akbar mendorong bagaimana shifting barang modal untuk kepentingan industri di Banten, agar bisa penyelesaian kepabeanannya dilakukan di pelabuhan-pelabuhan Banten. Tiga pelabuhan yang memiliki BUP (Badan Usaha Pelabuhan) yakni Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Cigading dan KBS bila dioptimalkan dengan standarisasi yang sama, maka semboyan Indonesia sebagai negara maritim bisa dibuktikan.
Selain itu pihak KBS juga sudah menjalin kerjasama dengan Pelindo Pelabuhan Panjang untuk mengurangi beban Pelabuhan Merak-Bakauheni, dengan layanan dua kali sehari dan kapasitas 200 kendaraan. Rencananya akan dibuka juga jalur Cilegon-Jawa Timur untuk mengurangi beban jalan tol.
Di akhir sambutannya, Akbar mengungkapkan pihaknya dengan Pelindo sudah berkomitmen untuk berkontribusi mengurangi kepadatan daratan. Sebagai kawasan industri dan pelabuhan, Anwar berharap sinergi ini dapat menjadi role model untuk bisa melakukan suatu terobosan bahwa tidak semua barang indusri harus lewat darat. "Kita bisa shifting perlahan," tandas Akbar.
Anwar menandaskan, pihak Krakatau Steel dan KBS bersama Pelindo juga punya komitmen melakukan inovasi layanan sehingga dapat dilakukan satu upaya efisiensi. (Riz/Mar)











