- Kontribusi Kemanusian dan Kesehatan, TPK Koja Selenggarakan Donor Darah
- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok
- Optimisme Masyarakat, Kabupaten Garut Utara Segera Menjadi Prioritas Nasional Otonomi Daerah
- Libur Panjang Aman & Lancar, ASDP Menyeberangkan 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan
- KM Tri Samudra Jaya 69 terbakar, Pos Binpotmar TNI AL Turun Tangan
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
KKP Tancap Gas Revitalisasi Tambak Pantura, Dukung MBG

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu melakukan sosialisasi revitalisasi tambak Pantura. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tancap gas merealisasikan program revitalisasi tambak Pantura Jawa untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan serta mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Sosialisasi revitalisasi juga terus dilakukan KKP ke masyarakat agar pelaksanaan program tersebut berjalan optimal.
Baca Lainnya :
- Dorong Produksi Migas Nasional, KKP Terbitkan 298 Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut0
- Cek Penerapan Cara Penanganan Ikan yang Baik di Kapal Perikanan, KKP Jemput Bola0
- 2 Kapal Ikan Ditangkap Hiu Macan 06, KKP: Melanggar Ketentuan Alat Penangkap0
- Genjot Ekspor Perikanan, KKP Layani Sertifikasi Mutu 24 Jam Nonstop0
- Perkuat Hilirisasi Perikanan, KKP Siapkan Sistem Informasi Cold Storage0
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan program pemerintah merevitalisasi tambak Pantura mendapat respon positif. Saat melakukan sosialisasi di Karawang, Jawa Barat, Jumat (7/2) lalu, pihaknya mendapat dukungan dari semua kalangan baik masyarakat pembudidaya, kepala desa, camat, tokoh masyarakat dan agama, hingga wakil rakyat di sana.
“Kami terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait kawasan hutan untuk ketahanan pangan. Tentunya (revitalisasi tambak di Karawang) tidak akan mengganggu ekosistem mangrove. Karena Hutan mangrove sebagai pelindung bagi budidaya tambak yang berkelanjutan,” tegas Tebe sapaan Tb Haeru dalam siaran resmi KKP, Sabtu (8/2/2025).
Calon lokasi revitalisasi tambak Pantura Jawa, tidak hanya dibangun petakan kolam produksi, tapi juga fasilitas lain seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah dan juga vegetasi di luaran tambak yang berfungsi sebagai filter agar air yang dialirkan kembali ke laut tidak mencemari lingkungan.
“Dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah juga sangat diperlukan untuk ini, antara lain membantu proses clear and clean lahan, ikut menjaga situasi sosial yang kondusif di lokasi revitalisasi dan berperan sebagai tenaga kerja di kawasan tambak nila salin,” jelas Tebe.
Program revitalisasi tambak juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Rosmilah. "Asalkan program revitalisasi tambak Pantura ini tidak merugikan masyarakat. Masyarakat sudah bertahun-tahun menetap di Desa Sedari ini dan sampai saat ini masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya," katanya.
Petambak di Desa Sedari, Sentani, juga ikut mendukung program revitalisasi tambak Pantura. Pemilihan ikan nila salin pun dinilainya tepat karena komoditas tersebut memiliki prospek pasar dan harga yang cukup baik.
Apalagi kondisi perairan Desa Sedari yang teraliri air sungai dan laut sangat cocok untuk pengembangan budi daya payau. Selain itu, tingginya angka pengangguran di Desa Sedari saat ini akan dapat berkurang dengan adanya program revitalisasi tambak Pantura yang akan banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah meninjau calon lokasi revitalisasi tambak pantura di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya pada awal Januari lalu. Calon lokasi tersebut merupakan tambak-tambak mangkrak yang berada di lahan milik Kementerian Kehutanan. (Arry/Oryza)











