- CTI-CFF di Bali, Komitmen 6 Negara Kelola Sumber Daya Laut Berkelanjutan
- Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen, Pelindo Petikemas Optimis Capai Melebihi Target 2025
- Siapkan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Gandeng Perguruan Tinggi
- 1,2 Ton Sembako Diterbangkan Cassa TNI AL untuk Korban Banjir Sibolga
- KRI Soeharso-990 dan Rumah Sakit Lapangan TNI AL Layani Korban Banjir, Banyak Kena ISPA dan Diare
- 55 Kapal Pelni Layani Pemudik Nataru 2025-2026, Dirut: Utamakan Pelayanan Aman dan Nyaman
- Aksi Aspirasi TKBM, Terminal Peti Kemas Bagendang Dipastikan Berjalan Normal
- Kapal Rumah Sakit, Penuhi Harapan Warga Korban Bencana Pulihkan Kesehatan
- Gubernur Aceh Sambut Kedatangan KRI Teluk Gilimanuk-531, Terima Bantuan Kemanusiaan
- KRI Sultan Thaha Syaifuddin-367 Debarkasi Bantuan Logistik di Wilayah Lhokseumawe
Pelindo Multi Terminal Terbuka Berkolaborasi Memodernisasi Pelabuhan

Keterangan Gambar : PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memodernisasi pelabuhan.Foto: Humas SPMT
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MEDAN: PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memodernisasi pelabuhan.
Perusahaan Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di bidang multipurpose ini, membuka peluang untuk bersinergi dan memodernisasi pelabuhan untuk meningkatkan daya saing logistik nasional.
Baca Lainnya :
- Pelindo Regional 2 Terapkan 9 Elemen CSLR, Drajat Sulistyo: K3 Adalah Mutlak, Bukan Slogan0
- Bulan K3, Terminal Teluk Lamong Bantu Alat Medis Puskesmas0
- Ini Kontribusi Pelindo Regional 2 Terhadap K3 TKBM di Pelabuhan0
- Bulan K3 Nasional Pelindo Multi Terminal dan PMI Medan Gelar Aksi Donor Darah0
- Safety Forum Bulan K3 Nasional, Pelindo Regional 4 Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas SDM0
Menurut Direktur Utama Pelindo Multi Terminal Ary Henryanto, biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: biaya transportasi, pergudangan, inventaris, dan administrasi.
Beberapa hal yang dihadapi menjadi tantangan utama antara lain: regulasi, efisiensi rantai nilai darat dan laut yang rendah, serta ketidakseimbangan permintaan dan pasokan.
Sisi lain, Ary melihat, "Pelabuhan memegang peranan penting dalam konektivitas maritim. Peningkatan kinerja pelabuhan dapat mengurangi waktu tunggu kapal (port stay), meningkatkan waktu berlayar, dan pada akhirnya menurunkan biaya logistik secara keseluruhan."
Kami menyambut baik, lanjut Ary, partisipasi berbagai pihak untuk bersama-sama membangun infrastruktur pelabuhan yang modern dan efisien.
Alasannya, "Kemitraan akan mempercepat transformasi pelabuhan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian nasional," kata Ary pada Diskusi 'Masa Depan Maritim Indonesia pada Era Pemerintahan Baru Seperti Apa?' di Jakarta Rabu (19/2).
SPMT melakukan dua langkah strategis untuk memperbaiki layanan, yaitu peningkatan kinerja layanan pelabuhan dan pengembangan ekosistem maritim. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan kinerja pelabuhan, konektivitas, dan efisiensi jaringan pelayaran, serta mendukung penurunan biaya logistik nasional.
Ary meyakini Integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan sangat penting untuk menciptakan efisiensi biaya. "Kami percaya dengan kolaborasi berbagai pihak, kita dapat mewujudkan pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing global."
Pelindo Multi Terminal sebagai bagian dari Pelindo, tandas Ary, turut melakukan transformasi layanan untuk mengurangi waktu port stay melalui standardisasi layanan serta integrasi pelabuhan dan kawasan industri.(Arry/Oryza)











