- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Boyolali Diproyeksi Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Bakal Siapkan Kolam Bioflok

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya tematik ikan lele sistem bioflok di Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jateng, pada Kamis (1/1/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BOYOLALI: Kementerian Kelautan dan Perikanan berkolaborasi dengan pemerintah daerah memproyeksikan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah menjadi sentra produsen ikan lele dalam dua tiga tahun mendatang.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengimplementasikan program budidaya tematik bioflok lele di tiga kecamatan untuk mendukung produktivitas kampung budidaya lele yang sudah lebih dulu berjalan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi budidaya tematik ikan lele sistem bioflok di Kecamatan Wonosamodro pada Kamis (1/1/2026) mengatakan akan mendukung Pemda Boyolali.
“Kami akan dukung Pemda Boyolali sehingga nanti di banyak desa yang kami kembangkan untuk kegiatan budidaya lele, sehingga ujungnya menjadikan Boyolali sebagai daerah penghasil protein dari ikan lele yang cukup kuat,” ungkap Trenggono dalam siaran resmi KKP, Jumat (2/1/2026).
Selain di Kemacatan Wonosamodro, budidaya tematik bioflok juga berjalan di Kecamatan Sambi dan Kecamatan Andong. KKP menyiapkan 24 kolam bioflok di setiap lokasi lengkap dengan 60 ribu ekor benih dan pakan, serta sarana perasana pendukung produksi, seperti mesin aerasi, vitamin ikan, hingga genset.
Seluruh bantuan budidaya perikanan tematik tersebut dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai unit usaha. Targetnya dari setiap lokasi menghasilkan 5 ton ikan lele dengan waktu produksi sekitar 2-3 bulan.
“Program ini selain untuk menggerakkan ekonomi di desa, juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat. Karena ikan lele ini proteinnya cukup tinggi. Ini juga salah satunya untuk mendukung program MBG,” jelas Trenggono.
Baca Lainnya :
- Kontraktor Nakal Garap Proyek KNMP, Menteri Trenggono Tak Akan Tolerir0
- Stop Impor Garam, KKP Optimistis 2027 Indonesia Bisa Swasembada0
- Program Budidaya Tematik, KKP-KDKMP Siap Suplai Ikan Menu MBG0
- Selain Udang, KKP Siap Penuhi Permintaan Produk Perikanan Bebas Cesium-1370
- Libur Nataru Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal, Nelayan Diingatkan Cuaca Ekstrem0
Terus Meningkat
Produksi ikan lele di Kabupaten Boyolali lebih dari 30 ribu ton per tahun. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, serta diperdagangkan keluar kabupaten.
Kebutuhan pasar lokal sendiri diprediksi terus meningkat seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang per kecamatannya membutuhkan lebih dari 3.000 porsi makanan setiap hari untuk pelajar.
“Dari kedinasan kami, akan turun mengawal dan akan ada pendampingan-pendampingan, sehingga hasil panen bisa memaksimal untuk mencapai target sentra lele. Selain itu hasil produksi untuk menyuplai SPPG yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga perputaran ekonomi diharapkan ekonomi bisa kuat di tingkat desa,” ungkap Bupati Boyolali, Agus Irawan di lokasi.
Implementasi tiga program budidaya tematik lele menurutnya semakin memperkuat posisi Boyolali sebagai daerah penghasil lele. Boyolali juga mempunya kampung budidaya lele di Kecamatan Sawit yang selama ini dikenal menghasilkan lele berkualitas.
Sebagai informasi, di tahun 2025 KKP mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik untuk komoditas lele dan nila. Implementasi program ini menyebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DIY yang pengelolaannya diserahkan ke pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Arry/Mar)











