- Keren! 17 Penyelam KKP, POSSI dan KABL Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Banten
- TNI AL Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan Narkoba di Perairan Kepri
- Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Dikepung Tim BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
- Siap-Siap! Kemnaker Bakal Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch2
- Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Maumere, Pantau Dampak Gempa NTT
- Lewat Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik untuk Masyarakat NTT
- KM Tidar Bawa 41 Koli Barang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Meski Terdampak Gempa, Pelindo Tetap Gerak Cepat Bantu Warga Flores
Kemenhub-PT Transporindo Nusantara Terminal Kerja Sama Pemanfaatan BMN Selama 50 Tahun

Keterangan Gambar : Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, mewakili Kementerian Perhubungan menandatangani kerja sama dengan PT Transporindo Nusantara Terminal. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) dengan PT Transporindo Nusantara Terminal di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Perjanjian ini meliputi penyediaan dan pengelolaan infrastruktur di Pelabuhan Kelas II Nabire, Papua Tengah dan Pelabuhan Kelas III Belang-Belang, Sulawesi Barat.
Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, mewakili Kementerian Perhubungan, dan Direktur PT Transporindo Nusantara Terminal, Temmy Setyorini.
Baca Lainnya :
- Long Weekend Maulid Nabi Lancar Terkendali, ASDP: Tertib Digital Kurangi Antrean 0
- Jirayut Meriahkan Hari Pelanggan Nasional 2025, Dirut ASDP: Kami Apresiasi Pelanggan Setia0
- Buruan.. Hari Pelanggan Nasional 2025 PELNI Tebar Promo untuk Penumpang Kapal0
- ASDP dan InJourney Airports Susun Kajian Water Taxi di Bali0
- 36 Bandara Umum Kini Jadi Bandara Internasional, Ini Daftarnya0
Dalam arahannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan swasta dalam mengelola infrastruktur pelabuhan.
“Melalui skema kerja sama pemanfaatan ini, aset negara dapat dikelola lebih produktif, transparan, dan akuntabel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah timur Indonesia,” ujar Lollan.
Berlaku Selama 50 tahun
Adapun objek kerja sama di Pelabuhan Nabire mencakup tanah, dermaga, gudang, jalan khusus kompleks, bangunan fasilitas pelabuhan, serta area parkir dan penerangan jalan dengan luas total lebih dari 160 ribu m2.
Sementara itu, Pelabuhan Belang-Belang akan dikelola dengan fokus pada fasilitas dermaga, bangunan gudang, dan lahan untuk mendukung kegiatan bongkar muat barang serta pelayanan penumpang dengan luas total lebih dari 50 ribu m2.
“Jangka waktu kerja sama keduanya berlaku selama 50 tahun terhitung sejak perjanjian ini ditandatangani,” ucapnya.
Lollan menambahkan, kerja sama ini bukan hanya tentang investasi, melainkan komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan pelabuhan bagi masyarakat.
“Kami optimis kolaborasi ini akan berjalan baik dan memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian nasional maupun daerah,” tutup Lollan.
Kerja sama ini menandai langkah strategis Pelabuhan Nabire dan Belang-Belang sebagai pintu utama pergerakan barang dan jasa di wilayah timur Indonesia, sekaligus bagian dari upaya memperkuat konektivitas maritim yang merata di seluruh nusantara. (Arry/Oryza)











