- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
- Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI
- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
Kapal Perang Italia ITS Antonio Marceglia Sandar di Priok, Mampu Serang Darat, Laut, Udara

Keterangan Gambar : Kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Antonio Marceglia (F597) merapat di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, disambut oleh Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, yang diwakili oleh Wadan Lantamal, Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji, Selasa (13/5/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Dalam sepekan ini Indonesia dikunjungi oleh kapal perang dari sejumlah negara. Setelah sebelumnya kapal perang Jepang, kini kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Antonio Marceglia (F597) merapat di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kedatangan kapal perang Italia disambut oleh Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, yang diwakili oleh Wadan Lantamal, Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji, Selasa (13/5/2025).
Baca Lainnya :
- Blaar.. Ledakan Pemusnahan Amunisi Menelan 13 Korban Jiwa, Kolonel, Mayor TNI dan 2 Tamtama Gugur0
- Jajal Kemampuan, Prajurit Petarung Batalyon Kapa 2 Marinir Mengemudi di Laut0
- Riangnya Masyarakat Sambangi Sarang Petarung Marinir, Tua Muda Jajal Naik Ranpur TNI AL0
- Kontribusi Pelindo Petikemas Setor ke Negara Rp1,94 Triliun0
- Upacara di Kapal Perang, Tongkat Komando KRI Keris-624 dan KRI Ajak-653 Beralih0
Kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Antonio Mareglia merupakan kapal platform ke delapan dari kelas Bergamini dan yang terakhir dari empat fregat GP (General Purpose) yang memiliki misi utama peperangan anti-permukaan dan anti-udara.
Kapal yang dikomandani oleh Commander Alberto Bartolomeo ini, dilengkapi dengan meriam Leonardo 127/64 mm LW. Meriam ini mampu menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano dan dudukan meriam Super Rapido 76/62 dalam konfigurasi Davide/Stales, yang mampu menembakkan amunisi berpemandu DART terhadap rudal anti-kapal dan ancaman asimetris.
Dalam kesempatan terpisah, Danlantamal menyampaikan bahwa, selama empat hari berada di Jakarta, pengawak ITS Antonio Mareglia akan melaksanakan beberapa kegiatan. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara angkatan laut kedua negara, serta meningkatkan hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Italia.
“Lawatan ini adalah dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan dan juga mengemban misi untuk semakin meningkatkan semangat navy brotherhood,” ujar orang nomor satu di lingkungan Lantamal III Jakarta ini.
Penyambutan diawali dengan pengalungan bunga lalu tarian daerah Jakarta, sebagai tanda selamat datang. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan tour ship oleh Wadan Lantamal dan sejumlah pejabat utama Lantamal.
Kapal Perang Jepang
Sebelumnya, Kapal perang Jepang JS Yahagi (FFM-5) di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/5/2025).
Kedatangan kapal JS Yahagi disambut oleh Komandan Lantamal III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto yang diwakili oleh Kolonel Laut (T) Saut Lagu Jendri T. Panjaitan.
JS Yahagi merupakan kapal kelas Mogami-Class Frigate, yang dikomandani oleh Commander Tamura, Masayoshi. Kapal yang diresmikan sejak 23 Januari 2022 ini, memiliki sistem persenjataan yang lengkap dan modern, dengan dimensi panjang 133 meter, lebar 16,3 meter dan draft 9 meter serta mempunyai bobot 5.500 tons.
Dalam lawatannya yang berlangsung selama 3 hari ini, seluruh awak JS Yahagi (FFM-5) juga dikenalkan dengan kebudayaan Indonesia. (Bow/Oryza)











