- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri
- Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam TNI AL Temukan 14 Jenazah di Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Apresiasi Pengabdian Merah Putih Kodaeral IV, TNI AL Raih Dua Penghargaan dari Pemprov Kepri
- Panglima TNI Pimpin Upacara Peresmian KRI Sriwijaya-100, Dihadiri Chief of Staff Italian Navy
- KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano
- Sudah 15 Jenazah Dievakuasi Penyelam dari Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Kunjungi Presiden Prabowo, Wakil PM Malaysia akan Kerahkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Bantu Atasi Karhutla
- Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni
- TNI AL Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim ASEAN
Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Hari ke-12 Operasi SAR

Keterangan Gambar : Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANJARMASIN: Memasuki hari ke-12, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengoptimalkan dukungan dalam operasi SAR kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Ditjen Hubla memaksimalkan dukungan serta pengerahan armada dan personel dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan.
Dukungan yang diberikan antara lain mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin yang mengangkut Reefer Container (kontainer berpendingin) menuju Ring 1 area operasi untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah hasil evakuasi.
Baca Lainnya :
- Penyelam TNI AL Temukan 14 Jenazah di Bangkai KMP Virgo Transport 80
- KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano0
- Sudah 15 Jenazah Dievakuasi Penyelam dari Bangkai KMP Virgo Transport 80
- Dua Hari Hilang Saat Cari Kepiting, ABK KMN Rahmad Safaat Ditemukan Lemas di Pesisir Sungai0
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 80
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro mengungkapkan fokus utama operasi SAR pada hari ke-12, Kamis (24/9/2026) diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal.
Penyelaman dilakukan untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak. Dukungan ini menegaskan komitmen penuh jajaran Ditjen Hubla pada Operasi SAR Gabungan tersebut.
"Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian," ujar Hary.
Dia juga menjelaskan bahwa armada pendukung Ditjen Perhubungan Laut lainnya telah beroperasi aktif di lokasi kejadian sejak awal operasi.
Kapal-kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut lainnya, seperti KN Miang Besar dari Distrik Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, telah berada di lokasi kejadian untuk menyokong logistik, mobilisasi, dan skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
"Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin," ungkapnya.
Selain itu, seluruh jajaran teknis di lapangan, baik KSOP, KPLP, maupun Distrik Navigasi Banjarmasin, diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi, menjaga kelancaran alur evakuasi. Sinergi dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, dan seluruh potensi SAR yang terlibat juga dipererat. Prioritas utama adalah pencarian korban dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Utamakan Keselamatan Personel
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di area operasi dilaporkan cerah berawan dengan angin bertiup dari tenggara–timur tenggara hingga selatan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang rendah (0,5–1,25 meter) dan arus permukaan kurang dari 1 knot.
"Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, keselamatan seluruh personel tim SAR Gabungan, khususnya para penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah air, tetap menjadi prioritas utama," ungkap Hary.
"Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai SOP standar masing-masing satuan. Kami terus mengimbau seluruh tim untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi agar proses pencarian dan evakuasi ini berjalan lancar dan aman," tandasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Basarnas per 24 September 2026 pukul 18.00 WITA, total penumpang di atas kapal (Person on Board/POB) tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 orang telah ditemukan dengan rincian 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Sementara itu, 93 orang korban lainnya masih dalam pencarian. (Arry/Mar)











