- Wakasal Pimpin Deck Reception Taruna AAL dan ASEAN Plus Cadet Sail di Geladak KRI Bima Suci
- Gala Premiere The Hostages Hero, Kisah Nyata Heroisme Prajurit TNI AL
- Disambut Kodaeral III, 3 Kapal Perang Rusia Merapat di Tanjung Priok, Ada Apa ?
- Arus Balik Lebaran Melonjak, Sehari PELNI Layani 27 Ribu Penumpang
- Serunya HBH PWI Jaya, Potluck 50 Menu dari Bakso, Lupis, Pempek hingga Pisang Rebus Bikin Ngiler
- Geliat Angkutan Lebaran, 147,55 Juta Orang Lakukan Perjalanan, Lebih Separuh dari Jumlah Penduduk
- Arus Balik di Tol Trans Jawa Lancar, Menhub: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
- 651.000 Penumpang dan 169.000 Kendaraan Otewe Pulau Jawa, Arus Mudik Bakauheni Merak Lancar
- Arus Balik Lebaran 2026 Penyeberangan Sumatera-Jawa, 79 Persen Pemudik Telah Kembali
- Urai Kepadatan Arus Balik di Tol Trans Jawa, One Way dari KM 132-KM 70 Diberlakukan
Gala Premiere The Hostages Hero, Kisah Nyata Heroisme Prajurit TNI AL

Keterangan Gambar : Gala Premiere film aksi-patriotik “The Hostage’s Hero” di Bioskop Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026) dihadiri oleh Kasal Laksamana Dr. Muhammad Ali beserta Ny. Fera Ali dan para petinggi TNI AL. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan rumah produksi Iswara Films menggelar Gala Premiere film aksi-patriotik “The Hostage’s Hero” di Bioskop Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Karya film ini diproduksi sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat juang prajurit TNI AL sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat melalui media perfilman.
Film “The Hostage’s Hero” mengangkat kisah nyata operasi pembebasan sandera kapal tanker MT Pematang di Perairan Selat Malaka pada tahun 2004. Operasi tersebut berhasil menyelamatkan 36 awak kapal dari aksi pembajakan bersenjata. Operasi berisiko tinggi tersebut dilaksanakan oleh KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Achmad Taufiqoerrochman yang kini telah purna tugas dengan pangkat Laksamana TNI.
Baca Lainnya :
- Petuah, Kata dan Cinta: Rumah Sunting Gelar Tadarus Puisi dan Santuni Anak Yatim0
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian0
- Di Pundak Mahasiswa Tradisi Betawi Harus Lestari, Berpacu dengan Inovasi0
- Sasar Gen Z, KKP Sosialisasikan Kampung Nelayan Merah Putih Lewat Series Samudranaya0
- Satgas MTF TNI Memukau Pelajar di Lebanon, Suguhkan Budaya dan Kuliner Nusantara0
Dalam proses produksi film ini, TNI AL memberikan dukungan penuh berupa penggunaan Alutsista seperti KRI, Helikopter Bell, serta perahu karet taktis (RHIB). Film ini juga melibatkan personel aktif 73 prajurit TNI AL dalam proses produksi, mulai dari Prajurit, Marinir hingga Kopaska, guna menghadirkan realisme yang kuat.
Beberapa prajurit juga memerankan karakter antagonis yang bertolak belakang dengan peran mereka sebagai penjaga kedaulatan negara, di antaranya Kolonel Juang Pawana, Kolonel Anugerah Auliadi, Letkol Yudo Ponco, Kapten Wahyu Prasetyo, Serda Aris Dewanto, Serda Hoksian Mien, Kopka Aris Wanhuri, Kls Fajar, hingga Kls Ahmad Reksa. Mereka menunjukkan profesionalisme dengan keluar dari zona nyaman demi kebutuhan produksi.
Laksamana TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
“Perlu saya sampaikan apresiasi kepada Bapak Kasal. Bahwa, kejadian ini terjadi 22 tahun yang lalu, saat saya masih berpangkat sebagai Letnan Kolonel dan dihadapkan pada suatu situasi pilihan untuk maju dengan segala risiko," ungkapnya.
"Pada saat itu, apabila kita tidak bertindak, maka hal tersebut dapat menjadi justifikasi bahwa Indonesia tidak mampu mengamankan wilayahnya. Dari pengalaman tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa yang terpenting adalah meluruskan niat. InsyaAllah, hasil akan mengikuti. Jadi, bukan semata-mata karena kita hebat,” tandas Achmad Taufiqoerrochman.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali dan para Pejabat Tinggi TNI AL bersama-sama menyaksikan film ini.
Harapannya melalui film ini, TNI AL dapat menyampaikan pesan kepada dunia internasional bahwa perairan Indonesia aman dan terkendali, serta menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman maritim melalui pendekatan diplomasi lunak (soft power diplomacy).
Kegiatan ini selaras dengan arahan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya pembangunan identitas TNI AL melalui berbagai media, memperkuat diplomasi maritim, serta meningkatkan kebanggaan dan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia. (Arry/Mar)











