- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Siapkan Layanan Terbaik
- Setahun Danantara Indonesia, PELNI Salurkan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Maluku
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Banten Siapkan Pelabuhan Ciwandan Layani Pemudik
Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air

Keterangan Gambar : "Edan!", ujar satu penumpang kapal rute Merak-Bakauheni. Penumpang kapal roro terpaksa menunggu berjam-jam hingga magrib di atas kapal yang 'ngetem' di laut. Kapal Wira Kencana dari Merak yang mereka tumpangi, Minggu (15/3/2026) harus menunggu lama untuk bisa sandar di Pelabuhan Bakauheni. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MERAK: Arus mudik Lebaran 2026 pada H-7 pada Minggu (15/3/2026) mulai terlihat meskipun belum padat. Di jalan Tol Tengerang-Merak sejumlah mobil pemudik terlihat menuju Pelabuhan Merak, namun jalur ini masih tampak lengang.
Pantauan indonesiamaritimenews.com, pada H-7 Hari Raya Idul Fitri terlihat kesibukan di ruas tol sebagai persiapan menjelang puncak arus mudik. Sejumlah personel Polri di dalam tol sibuk mengatur pemasangan trafic barrier atau road barrier plastik sebagai pembatas jalan bila kepadatan terjadi.
Baca Lainnya :
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya0
- 108 Ribu Penumpang, 353 Ribu Kendaraan Diprediksi Menyeberang dari Sumatera-Jawa0
- PELNI Pulangkan Hewan Endemik Papua Selundupan di KM Sinabung0
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang0
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal0
Di Pelabuhan Merak Sejumlah mobil dengan beban barang di atas kap kendaraan, seperti mobil pribadi maupun travel mulai memasuki pelabuhan. Di beberapa dermaga terlihat kapal roro melakukan bongkar muat.
Hingga Minggu sore belum terjadi lonjakan penumpang kapal. Area kendaraan di kapal terisi penuh, begitu pula ruang penumpang baik di kelas ekonomi maupun non ekonomi. Sebagian penumpang memilih duduk lesehan di dek kapal.
Perjalanan menuju Pelabuhan Merak dilalui tanpa hambatan di tengah cuaca cerah, ombak pun tampak tenang. Kapal Wira Kencana yang dinaiki tim pantauan mudik indonesiamaritimenews.com terlihat bersih dan nyaman.
Bagi penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum (bus dan travel) yang duduk di kelas ekonomi tidak ada tambahan biaya. Namun bila ingin lebih nyaman di ruangan ber-AC ada biaya tambahan Rp15.000/orang.
Perlengkapan antisipasi kecelakaan laut juga disediakan lengkap. Di bawah kursi penumpang ada life jacket, sedangkan di area lesehan pelampung diletakkan di lemari.
Perjalanan normal dari Merak menuju Bakauheni waktu tempuhnya antara 1 jam 30 menit hingga dua jam. Kapal Wira Kencana yang membawa lebih dari seratus penumpang melaju normal tanpa kendala. Sayangnya hambatan justru muncul ketika kapal roro ini tidak bisa sandar dalam waktu cepat.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Merak sekitar pukul 14.00 WIB. Bila dalam layanan normal, kapal sudah merapat di Dermaga Bakauheni sekitar pukul 16.00. Sekitar pukul 16.30 kapal sudah berada di perairan Bakauheni, namun tak juga sandar.
"Mohon maaf, masih lama sandarnya. Nunggu kapal lain yang bongkar muat di dermaga," kata kru kapal saat ditanya kenapa kapal tak juga sandar.
Sampai pukul 18.00 kapal tak juga sandar, kapal masih tetap 'ngetem' di laut. Sejumlah penumpang pun mulai gelisah karena sudah hampir menjelang buka puasa dan Solat Magrib. Alhasil, penumpang berbuka puasa apa adanya. Membeli mie instan di kapal, atau menyantap makanan kecil yang dibawa.
"Edan! Masak dari Merak ke Bakauheni hampir 5 jam lamanya. Prediksi saya Magrib saya sudah di Kalianda (Lampung Selatan) dan buka di darat," ucap satu penumpang. "Ini saya buka puasa cuma minum," sambung dia lagi.
Penumpang lainnya, Ahmad, masih bersyukur karena ada persediaan kurma di dalam mobilnya buat buka puasa. "Ini baru H-7, penumpang belum begitu melonjak tapi pelayarannya lama. Kalau begini caranya, gimana nanti H-2 atau H-1?" ucap Ahmad. "Ini harusnya jadi evaluasi Kementerian Perhubungan," sambung dia. Hingga pukul 18.30 kapal baru bisa sandar di Pelabuhan Bakauheni. (Bow/Mar)











