Drajat Sulistyo Dirut SPMT: Saya Diminta Pak Arif Standarkan Semua Operasi dan Standar Komersil.
Bagi Saya Kerja,Kerja, Kerja

By Indonesia Maritime News 19 Agu 2022, 10:13:06 WIB Perhubungan
Drajat Sulistyo Dirut SPMT:  Saya Diminta Pak Arif Standarkan Semua Operasi dan Standar Komersil.

Keterangan Gambar : Direktur Utama Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Drajat Sulistyo .Foto.Indonesiamaritimenews. com



Indonesiamaritimenews.com (IMN), MEDAN:  Tim IMN melaju di antara deru truk kontainer,  dan cengkraman sinar mentari yang mulai tajam di Bumi Pelabuhan Belawan Medan , Sumut untuk bertemu Direktur Utama  Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT)  Drajat Sulistyo di Kantor Pusat.

Kesibukan Derajat   membenahi  dan mengembangkan SPMT membuat waktunya begitu padat dan menyedot pikiran yang harus  fokus kepada perusahaan. Waktunya terjadual,pertemuan berlangsung  sesuai janji. 

Baca Lainnya :

Pasca merger PT Pelindo,  pelayanan bongkar muat khususnya  non petikemas, barang curah kering dan curah cair   di pelabuhan berbeda-beda padahal costumer, pemilik barang sama, orangnya yang itu-itu juga. Customer pun berteriak karena  menyebabkan demurrage, belum ada standar operasi dan standar komersial.

MISI
Dirut PT. Pelindo Arif Suhartono usai merger  akhirnya mengangkat Drajat  sebagai
Dirut SPMT. Salah satu misinya untuk menstandarkan pelayanan khususnya  komoditi curah kering dan curah cair.

" Pak Arif meminta saya membenahi standar seluruh operasi  dan standar komersial," jelas Drajat


Drajat mengakui pasca PT Pelindo menjadi Holding Company ( HC),"Standarisasi operasi dan standar komesial berbeda beda, sedangkan banyak customer kita  yang sama , memakai regional I di Medan dan sekitarnya , makasar  Regional IV dan Surabaya  sekitarnya, wilayah regional III , Jakarta dan sekitarnya wilayah Regional II,namun customber merasakan  pelayanan yang berbeda- beda, " jelas lelaki mantan GM Panjang ini.

Khusus multi purpose ini,lanjut Derajat,  kita   melayani curah cair seperti CPO curah kering Batu Bara, Gandum dll . Gandum dilayani di Medan, Ciwandan, Surabaya  , Makasar. " Pemiliknya satu ,  namun pelayanan  belum standar  padahal impor gandum kecendrungannya  mencarter  kapal besar , bila pelayanannya berbeda-beda demurrage luar biasa," ungkap Drajat.

Ketika Derajat mulai bertugas di sini pemilik barang terus-menerus mengontak, komplain ,"Kondisi waktu saya masuk hand phone customer terus masuk dari mana-mana.Mereka mengatakan Pak alatnya rusak, kami belum  dapat sandar, " papar Drajat

Dua hal saja dalam pelayanan tambah dia, " Port stay lama tunggu kapal dan cargo stay produktivitinya," jelas Derajat ,penyelesaian pelayanan di lapangan pun berkaitan dua hal tersebut.

SOLUSI KASUS
Kasus fatal di Makasar, lanjut Derajat, kapal muatan 25 ribu ton dilayani 6 hari.Customer berteriak, " Terbayang ngak? Pemilik barang mengontak terus."

Drajat pun terbang ke Makasar,"Saya melihat bagaimana sih pola bongkarnya? Trucking, ketersediaan dermaga dan kesiapan buruh ?
Buruh datang jam 8 kerja jam 9, trucking,supirnya ngak diatur, kebutuhan trucking  misalnya 30 hanya tersedia 10 - 15 .  Jam 2 malam sudah tidak ada trucking, itu sudah ngak benar , banyak berhenti,"Tegas Drajat.

Setelah memetakan permasalahan, Drajat pun membuat langkah," Saya ngak sewa dan nambah alat, tetapi memperbaiki dalam arti alat tidak boleh mati selama bongkar . Sebelum bongkar saya suruh cek dulu ada kendala apa? Trucking  saya siapkan , orang orangnya saya siapkan, buruhnya tidak boleh santai santai," tandas Derajat, bulan Agustus 2022 ini di Medan.

Jam kerja buruh dirubah tiga ship  menjadi  2 ship tetapi ada lembur 4 jam , kawan kawan dapat lemburan dan waktu dipercepat. "Selama ini kawan-kawan ngak dapat tambahan. Orang kerja lembur dibayar.  Kedua belah pihak senang, kapal pun senang waktunya lebih pendek. Ini saya lakukan sejak operasi saya  terima," ungkap Derajat

Ternyata bisa, di Makasar yang tadinya hanya 1500 ton perhari sekarang menjadi 5000 ton perhari ."Dan itu terjadi hari ini saya tidak ditelepon lagi dari makasar  padahal baru saya naikan 5000 ton target saya 10.000 ton.Makasar sudah mulai normal dalam konteks menurut customer namun bagi saya belum.  "tambah Derajat.

Drajat terus menerus memastikan continu roles .Menurut dia pelabuhan pelabuhan yang lain mirip-mirip seperti itu."Ini  yang saya perbaiki dari sisi  costumer agar tidak complain dulu, waktu di percepat."

Ini konteks port stay kapal nunggu dipelabuhan dan cargo stay  produktiviti, lanjut Derajat,  "Alhamdulillah, makasar luar biasa sekarang.   Barometer saya, customer tidak telepon-telepon lagi, itu sudah oke."

Kasus lain bongkar CPO di Dumai dan di Teluk Bayur. Pertama, harganya berbeda-beda padahal Bayar listrik, tenaga kerja sama. Ya, harusnya sama dong costumer-nya satu kok, yang itu-itu juga,  di standarkan.Kedua, masih banyak yang  dikerjakan orang. saya tidak melarang dikerjakan orang tetapi bila dikerjakan orang harus mengacu kepada standar yang sama. Pelabuhan kita, yang disorot kita. Bila  disorot kita habislah. Kalau mau ikut kerja bareng ya harus ikut aturan kita," kata Drajat menggaris bawahi.

Menurut Drajat, di dalam operasi ada namanya not operating time, waktu terbuang tidak operasi. Itu perlu dicek waktu-waktu apa? Buruh datang jam berapa, clerance jam berapa?" Bayangkan kapal datang, 6 jam baru bisa operasi.Saya komplain dong! Saya ajak, yuk kita semua bareng-bareng  ke instansi terkait. Sekarang mulai tidak di komplain.Hal  begitu- begitu saya perbaiki dulu."

Langkah selanjutnya, urai  Drajat,  mengajak orang mengarah  keperbaikan  baru kemudian menata karena sudah ada kesepahaman."Ayo kita bersama-sama melakukan perbaikan.  Vendor kita juga melakukan perbaikan MKL, trucking dll ini terjadi. Alhamdulillah  kawan kawan juga menginginkan perubahan ."

SATU HARGA
Saat ini Derajat sedang membuat salah-satu cabang dengan harga sama. Agar satu  pelabuhan tak lagi ada harga beda." Ini lucu, satu pelabuhan tetapi harganya kok beda-beda. Saya kumpulin  asosiasi diajak bicara. Saya bilang,  ayolah  kita ngobrol, ngak benar kalau begini, kita yang dirugikan. Customer ada yang mendapat  harga gede  dan kecil. Kasihan customer  yang mendapat harga gede."

Drajat mengajak, "Semua pihak yang terkait, duduk bareng,  menyamakan pemahan, dengan konsekwensi satu, yang menjadi velue edit. Satu kepastian,kepastian apa? Kepastian waktu bongkar,kepastian harga, kepastian keamanan. Customer hanya mencari yang tiga ini . Misalnya, harga Rp 40 ribu perton tetapi pasti dari pada bayar Rp 20 ribu /ton tetapi pada akhirny bayar Rp 50 ribu/ ton karena tak pasti.kenapa tak pasti karena waktunya tak pasti molor molor akhirnya waktunya lebih lama menjadi lebih mahal dibayar rp 50/ ton."

LAUNCING & TIM TRANSFORMASI

Derajat menginfokan  akan me-launching  kepastian pelayanan ini. "Karena orang mencari kepastian.Kepastian waktu, kepastian harga  kepastian keamanan. Udah ke tiga  itu dan kita membentuk tim transformasi  per Juni untuk mencapai peluang."

Soal keamanan,"Selama saya tahu contens, saya umpamakan saya jadi gubernur, harus bangun apa, masyarakat butuh apa, bagaimana mbangunnya  bila perangkat aneh-aneh saya kan tahu   menyeberang kemana-kemana selama role ini dijalankan  what ever," jelas Drajat.

Menurut Drajat, ia terus  berpikirkan bagaimana memajukan  perusahaan yang ditanganinya yang berkantor pusat di Belawan, Medan Sumut."Saya profesional saja yang penting, konsepnya ditaruh di sini  untuk membantu para stakeholder. Ada dua, internal soal kesejahteraan belum terpenuhi. Ini akan kita coba. Kemudian eksternal, bila costumer belum puas mari kita perbaiki. Kalau itu berjalan udalah, Senin -Jumat saya fokus ke perusahaan, Sabtu- Minggu saya untuk keluarga. Saya  juga ingin mengindonesiakan Medan yang selama ini tidak hanya sekedar di pojok Sumatera sekarang mau saya Indonesiakan. Nanti saya infokan Launchingnya," kata Drajat.

“Kami mengapresiasi seluruh unsur di lingkungan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group yang telah bekerja dan berkomitmen memberikan upaya terbaik. Agenda di tahun 2022 ini  upaya kami melanjutkan standarisasi dan transformasi operasional non-petikemas di seluruh wilayah kerja korporasi. Semoga eksistensi Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, masyarakat dan Pemegang Saham, terutama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)," tutur Direktur Utama SPMT, Drajat Sulistyo mengakhiri pembicaraan.            

( M.Arifin Mukendar)







Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook