- Inovasi IPC TPK ReWear Project, Manfaatkan 209 Kg Seragam Bekas
- Dukung Peluang Pelindo Kerja Sama Internasional IPC TPK Terima Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut
- Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pelindo Diapresiasi Pemprov Sulsel

Keterangan Gambar : Rapat Kerja & Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel Tahun 2025 di Makassar, Senin (10/11/2025). Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi kontribusi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan peran dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja & Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel Tahun 2025 di Makassar, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, konektivitas logistik menjadi faktor penentu bagi kemajuan ekonomi Sulawesi Selatan dan kawasan timur pada umumnya. "Pemerintah provinsi menyambut baik sinergi yang dibangun antara sektor publik dan dunia usaha, termasuk Pelindo yang selama ini menjadi mitra penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan peningkatan pelayanan pelabuhan," ujar Jufri Rahman.
Baca Lainnya :
- Transparansi Layanan Kepelabuhanan, UPP Tanjung Redeb Perkuat Implementasi Inaportnet0
- Pelindo Terminal Petikemas Bantu Pengembangan Budidaya Lobster di Ambon0
- Lestarikan Ekosistem Laut, IPC TPK Tanam Terumbu Karang Sejak 20170
- Bentengi Pantai, Tumbuhkan Harapan, ASDP Tanam 3.000 Mangrove di Mawali0
- Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Curah Cair0
Sementara itu Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjadi salah satu narasumber dalam forum yang dihadiri oleh jajaran pengurus APINDO, pelaku usaha, dan perwakilan lembaga pemerintah daerah tersebut.
Melalui paparannya, Abdul Azis menyoroti pentingnya peran Pelindo Regional 4 dalam memperkuat efisiensi rantai pasok serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur.
"Pelindo memiliki peran strategis dalam menghubungkan titik-titik ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI)," ujar Abdul Azis. Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan peningkatan infrastruktur logistik lanjut dia, Pelindo terus berupaya menghadirkan sistem yang lebih efisien, berdaya saing, dan mampu menurunkan biaya logistik nasional.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa konektivitas logistik yang kuat tidak hanya menjadi kunci kelancaran arus barang dan jasa, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi pemerataan ekonomi.
"Pelindo akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah, pelaku usaha, maupun BUMN lainnya guna mewujudkan sistem logistik nasional yang terintegrasi dari barat hingga timur."
Abdul Azis percaya bahwa kolaborasi adalah kunci utama. "Pelindo berkomitmen menjadi bagian dari solusi melalui optimalisasi layanan pelabuhan, digitalisasi sistem, dan peningkatan konektivitas antarpelabuhan," tandasnya.
Kegiatan Rakerkonprov DPP APINDO Sulsel 2025 mengusung semangat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan BUMN untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional. Forum ini menjadi wadah strategis bagi pertukaran gagasan dan penyusunan langkah konkret dalam memperkuat daya saing daerah.
Partisipasi Pelindo Regional 4 dalam forum ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan konektivitas nasional, menciptakan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi, serta memperkuat sinergi multipihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. (Bow/Mar)











