- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
- Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking
- Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik
- Kembangkan PPN Kejawanan Bertaraf Internasional, KKP Targetkan Serap 8.000 Tenaga Kerja
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional

Keterangan Gambar : Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto didampingi Wakil Panglima TNI, beserta Kepala Staf Angkatan resmi menyambut kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (18/9/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan pemerintah Italia kepada Indonesia akhirnya tiba di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menyambut kedatangan kapal ini.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto didampingi Wakil Panglima TNI, beserta Kepala Staf Angkatan resmi menyambut kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kapal induk tersebut telah bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9) pagi setelah sebelumnya memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Baca Lainnya :
- ITS Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat TNI AL Masuk Perairan Indonesia, Disambut Resmi Menhan0
- Welcome To Sea Giant, Indonesia Protective Sea Fortress, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Memasuki Laut Nusantara0
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan0
- Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan0
- Apel Siaga HUT ke-81 TNI AL, Kasal Tegaskan Prajurit dan Alutsista Siaga Bencana0
Setelah bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia. Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.
Adapun klasifikasi dari ITS Giuseppe Garibaldi ini yaitu memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter. dan berat 13.850 Ton. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, kapal ini menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot.
Jarak jelajah ITS Giuseppe Garibaldi mencapai 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot. Sedangkan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.
Kapal berjenis Through-deck Aviation Cruiser tersebut menempuh pelayaran lintas benua dari Pelabuhan Taranto, Italia, sejak 24 Agustus 2026. Pelayaran sejauh 6.870 Nautical Mile melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia hingga masuk perairan Indonesia melalui ALKI I pada Kamis (17/9/2026). Selama pelayaran di perairan Nusantara, kapal dikawal ketat unsur KRI TNI AL hingga tiba dengan aman di Dermaga 107 Tanjung Priok.
Menhan Tinjau Kelayakan Kapal
Setelah mengikuti prosesi penyambutan yang diawali pengalungan bunga dan Tari Gending Sriwijaya, Menhan Sjafrie kemudian menaiki kapal untuk meninjau secara langsung kondisi dan kelayakan kapal.
Dalam peninjauan di geladak penerbangan (flight deck), Menhan melihat secara langsung keunggulan operasional kapal yang mampu mengangkut belasan helikopter guna mendukung mobilitas udara, termasuk kemampuan lepas landas (take-off) empat helikopter secara simultan dengan memanfaatkan fitur ski-jump.
Menhan juga meninjau sejumlah kompartemen utama, meliputi anjungan, Pusat Informasi Tempur (PIT), hingga area hanggar kapal. Hasil peninjauan, kondisi fisik dan sistem kapal dipastikan sangat baik untuk dioptimalkan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana alam dan distribusi logistik ke wilayah terpencil, di samping tugas pertahanan.
Kehadiran ITS Giuseppe Garibaldi nantinya akan berfungsi untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Kehadiran kapal induk pertama Indonesia ini mempertegas langkah maju TNI dalam memperkuat dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia.
Hal ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan berbasis teknologi tinggi, sekaligus menjawab tantangan keamanan maritim di masa depan. (Arry/oryza)











