- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
- Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking
- Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik
- Kembangkan PPN Kejawanan Bertaraf Internasional, KKP Targetkan Serap 8.000 Tenaga Kerja
129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan

Keterangan Gambar : Bangkai KMP Virgo Transport 8 dalam posisi terbalik di Laut Jawa. Foto: Basarnas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANJARMASIN: Sebanyak 129 dari 243 penumpang KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa masih belum ditemukan. Basarnas berencana akan minta bantuan ahli dari Amerika Serikat dan Hongkong
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menjelaskan, hingga hari kelima sejak tragedi yang menimpa kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa, belum ada penambahan jumlah korban yang berhasil dievakuasi yakni 114 orang, 6 diantaranya meninggal dunia.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam penjelasannya mengatakan operasi evakuasi saat ini difokuskan pada rencana mengangkat dan membalik bangkai kapal. Opsi ini diambil setelah pertimbangan pencarian yang dilakukan belum juga membuahkan hasil.
Baca Lainnya :
- Operasi SAR Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan0
- TNI AL Kerahkan Penyelam dan Robot Bawah Air, Pasang Buoy Pengaman Bangkai KMP Virgo Transport 80
- Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub: Momentum Evaluasi Pelayanan kepada Masyarakat0
- Lantik Pengurus PWI Kepri, Cak Munir Ingatkan Spirit DNA Wartawan Pejuang0
- LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Presiden Prabowo: Danantara Wajib Bantu0
"Terkait operasi yang akan dilanjutkan setelah 114 korban berhasil dievakuasi berdasarkan arahan pimpinan, kita mengambil keputusan untuk berupaya mengangkat bangkai kapal," jelas Bramantyo, Kamis (17/9/2026).
Rencana penarikan kapal akan dilakukan ke lokasi terdekat dari titik kejadian, kemungkinan dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Setelah operasi pengangkatan kapal berhasil, evakuasi terhadap para korban yang mungkin terjebak di dalam kapal akan dilakukan.
"Kita berharap masih ada saudara-saudara kita di situ, opsi terdekat nanti ke Banjarmasin," jelas Bramantyo .
Sejak hari kedua pencarian 129 korban, opsi penyelaman telah dipilih untuk memeriksa bagian dalam kapal. Namun, belum bisa dilaksanakan karena terkendala kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Hingga memasuki hari ke empat pencarian, opsi penyelaman terus direncanakan untuk dilaksanakan. Namun, cuaca dan kecepatan arus melebihi batas maksimal yakni seharusnya 0,5 knot.
Posisi KM Virgo Transport 8 sebelumnya sempat bergeser ke arah tenggara hingga sulit terlihat dari permukaan. Basarnas memastikan posisi kedalaman bangkai kapal yaitu 29 meter.
Penyelam TNI AL Diterjunkan
Pada Kamis (17/9) tim penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL mulai melakukan penyelaman. Sejumlah unsur TNI AL melaksanakan penyelaman, pemasangan buoy, pengamanan kerangka kapal, hingga uji penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mendukung pengamatan bawah permukaan laut.
Bramantyo menjelaskan, kecepatan arus yang semula mencapai 6,8 knot telah melandai menjadi kisaran 1,5 hingga 2 knot, sehingga tim penyelam bisa beraktivitas sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WITA.
Operasi SAR tersebut menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sebagai kapal markas SAR, dengan Pangkoarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dan Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Edy Setyawan selaku On Scene Commander (OSC).
Unsur TNI AL yang terlibat terdiri atas KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-731, KRI Canopus-936, serta Helly Panther HS-1311 yang berada di KRI I Gusti Ngurah Rai-332.
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan pengecekan marking kerangka KM Virgo Transport 8, dilanjutkan penyelaman di sekitar kerangka kapal serta memberikan asistensi kepada KN Kunyit dalam pemasangan buoy.
Tim penyelam TNI AL menemukan ratusan barang di bangkai kapal, sebagian besar adalah benda-benda paket pengiriman. Barang-barang yang berhasil diangkat antara lain 197 paket kiriman logistik, sembilan flare (suar) belum terpakai, satu alat pelontar flare, satu baterai liferaft, satu lampu liferaft, serta satu buah dompet yang berisi kartu identitas (KTP) atas nama Siprianus Antonius Dewa (22), warga Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nama tersebut belum terdaftar dalam 114 korban selamat/ditemukan yang telah terdata sebelumnya. Belum diketahui apakah KTP tersebut milik salah satu penumpang kaal Virgo Transport 8 atau bukan.
Bantuan Ahli dari AS dan Hongkong
Sementara itu Basarnas berencana akan mendatangkan tenaga ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong. Tenaga asing tersebut diminta bantuan pada proses salvage atau evakuasi bangkai kapal.
Proses salvage dinilai sangat sulit karena membutuhkan teknologi dan teknik bawah air yang spesifik. Apalagi posisi kapal yang terus berubah dan tenggelam 29 meter. Tenggelamnya kapal menjadi lebih dalam dari posisi semula yaitu 21 meter.
Tenaga ahli asing selain keahliannya dibutuhkan untuk membalikkan posisi kapal dan melakukan evakuasi, juga transfer teknologi kepada tenaga-tenaga ahli Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang hilang di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dinihari. Sebelum hilang kontak, kru kapal sempat melaporkan cuaca buruk.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Muhammad Syafii menjelaskan kapal hilang kontak berada pada posisi terakhir di koordinat 4°31'51.82"S 114° 2'6.88" E Heading 203.94° dengan jarak sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin, dan waktu tempuh sekitar 5 jam. (Arry/Mar)











