Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal

By Indonesia Maritime News 18 Sep 2026, 19:22:42 WIB Perhubungan
Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal

Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Di tengah sorotan kasus kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy mencopot Muhammad Masyhud dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub.

Keputusan pergantian jabatan Dirjen Hubla dikeluarkan pada Jumat, (18/9/2026). Kursi jabatan Dirjen Hubla untuk sementara diisi oleh Lollan Panjaitan yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan Farida Makhmudah mengatakan, pergantian pimpinan di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial.

Baca Lainnya :

Dalam keterangan resminya, Kementerian Perhubungan menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya di bidang keselamatan dan pengawasan pelayaran.

Farida mengatakan pergantian jabatan tersebut tidak terkait dengan kecelakaan laut yang belakangan ini terus terjadi. Karena selain Dirjen Hubla, Menteri Dudy juga mengganti Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).

Sebagai catatan, Muhammad Masyhud, S.T., M.T adalah pejabat karier di lingkungan Kementerian Perhubungan khususnya di lingkungan Direktorat Perhubungan Laut. Pria kelahiran Jakarta 22 Juni 1970 ini  Ia menempuh pendidikan dasar di SD Muhammadiyah XII Jakarta,  SMP Negeri 33 Jakarta pada 1986, dan SMA Negeri 3 Jakarta lulusan 1989.

Ia menyelesaikan S1dan meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Universitas Indonesia (UI). Masyhud menyelesaikan Magister Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Banyak yang menduga pergantian jabatan Dirjen Hubla berkaitan dengan rentetan kecelakaan kapal belakangan ini. Terakhir kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang di Laut Jawa. Namun  pernyataan resmi Kemenhub disebutkan pergantian tersebut hanya rotasi biasa dan bagian dari evaluasi. (Bow/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook