- Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Serukan Perbaikan Sistem Ekonomi dan Penegakan Kedaulatan Nasional
- 3 Kapal Perang Pakistan Diawasi KRI Wiratno-379 di Teluk Jakarta
- IPC TPK Panjang Lampung Dorong Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas
- Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau, Terima Tanaman Langka dari Kebun Raya Purwodadi
- Tragedi Pencegatan Kapal Laut Global Sumud Flotila Menggeser Trending Topik Berita Kekalahan Perang AS-Israel Lawan Iran
- Refleksi HPN 2026, Pemberitaan Tentang Anak dalam Perspektif News-Making Criminology
- Susunan Pengurus Baru PWI Pusat Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen Gantikan Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Lampung, Pemain Penting di Era Perdagangan Karbon. Siapkah ?
- Siaga Operasi, KRI Halasan-630 Wajib Perawatan Rutin
- Tiga Kapal Perang Pakistan Masuk Jakarta, Disambut Kodaeral III
Bantuan TJSL PTP Nonpetikemas untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Keterangan Gambar : PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas mengirim bantuan darurat secara bertahap pada 1–3 Desember 2025 ke tiga titik paling terdampak: Kota Lhokseumawe (Aceh), Kota Sibolga (Sumatera Utara), dan Kota Padang (Sumatera Barat). Bantuan dikirim melalui program TJSL PTP Peduli Sosial bekerja sama dengan Pelindo Group.Foto: Humas PTP Nonpetikemas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh di penghujung November 2025 menyisakan berbagai dampak bagi ribuan warga dan kerusakan di sejumlah kota serta akses yang terputus.
Merespons kondisi tersebut, PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas mengirim bantuan darurat secara bertahap pada 1–3 Desember 2025 ke tiga titik paling terdampak: Kota Lhokseumawe (Aceh), Kota Sibolga (Sumatera Utara), dan Kota Padang (Sumatera Barat). Bantuan dikirim melalui program TJSL PTP Peduli Sosial bekerja sama dengan Pelindo Group.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 20270
- Sambut Kunjungan PWI Pusat, Jaksa Agung: Kami Butuh Peran Media0
- Prajurit KRI Selar-879 Evakuasi Jasad Mengapung di Perairan Balikpapan0
- PWI Pusat Luncurkan 5 Penghargaan Jurnalistik di HPN 2026, Hadiah Total Rp500 Juta, Ini Rinciannya0
- Nelayan Terombang-ambing di Perairan Nusa Penida Diselamatkan Prajurit TNI AL dan Tim SAR0
Dalam aksi tanggap darurat ini, PTP Nonpetikemas berkolaborasi dengan Pelindo Group menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan esensial seperti beras, telur, minyak goreng, susu, air mineral, biskuit dan bahan makanan kering lainnya, kasur lipat serta kebutuhan bayi. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana.
Khusus penyaluran ke Sibolga, bantuan dikirim dari Pelabuhan Teluk Bayur karena pasokan kebutuhan pokok di wilayah tersebut mulai terbatas. Pengiriman menggunakan kapal roro KM Jatra II milik PT ASDP, yang mendapat izin deviasi pelayaran dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung misi kemanusiaan.
Di tengah upaya penyaluran bantuan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur tetap beroperasi normal untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. “PTP Nonpetikemas berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi masa sulit. Semoga kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat diberikan kekuatan menghadapi situasi ini,” ujar Indra.
Sementara itu, SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat program TJSL yang bersifat responsif dan berdampak. “Kami memastikan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada pembangunan jangka panjang, tetapi juga sigap menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan,” ujar Fiona.
Selain penyaluran bantuan perusahaan, aksi solidaritas juga datang dari peran aktif pekerja PTP Nonpetikemas. Merespons cepat, para pekerja turut mengumpulkan dan menyalurkan bantuan logistik berisi kebutuhan darurat untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Seluruh bantuan tersebut dipusatkan melalui posko bantuan Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Laut sebagai bentuk sinergi dan aksi cepat tanggap dalam memastikan distribusi bantuan sampai ke titik-titik yang membutuhkan.
PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan, dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Aksi bantuan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi PTP Nonpetikemas dalam mendukung ketahanan sosial di wilayah operasinya dan sekitarnya.(Arry/Mar)











