- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
5 Pekerja Migran Indonesia Ditembaki Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia, 1 Tewas, Ini Kronologinya

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sedang mendapat arahan dari BP3MI (Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Riau. Foto: instagram BP3MI Riau
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pemerintah mengecam tindakan penembakan terhadap 5 pekerja migran (PMI) yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Dalam insiden tersebut satu WNI tewas.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengungkapkan peristiwa terjadi pada Jumat (24/1/2025) pukul 03.00 waktu setempat.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani menjelaskan insiden bermula ketika patroli APMM melihat ada kapal yang ditumpangi oleh PMI.
Baca Lainnya :
- Longsor di Pekalongan Renggut 25 Nyawa, TNI AL Evakuasi Korban dan Bagikan Obat-obatan 0
- Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi Bukan Halangan, Sudah 13,9 Km Pagar Laut di Tangerang Dibongkar0
- Duh! Penumpang KMP Athaya Rute Bakauheni-Merak Jatuh ke Laut0
- Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang, TNI AL: Lebih Cepat Selesai, Nelayan Bisa Melaut0
- Dalang Pemagaran Laut Harus Diungkap, Titiek Soeharto: Jangan Takut Melawan Oligarki0
"Saat itu, patroli APMM mendapati sebuah kapal yang mengangkut lima PMI sedang melintas di perairan tersebut," kata Christina Aryani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/1/2025).
Petugas APMM lalu menembaki kapal bermuatan lima PMI tersebut. Akibatnya satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, seorang kritis, tiga lainnya luka tembak.
Kementerian P2MI mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak pemerintah Malaysia mengusut peristiwa ini dan menindak tegas petugas patroli APMM apabila terbukti melakukan tindakan berlebihan. Karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
"Kemen P2MI mendesak pemerintah Malaysia melakukan pengusutan atas peristiwa ini dan mengambil tindakan tegas terhadap petugas patroli APMM apabila terbukti melakukan tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan berlebihan atau excessive use of force," tegas Christina Aryani.
Christina menambahkan, pihaknya sedang berupaya memastikan para korban yang terluka mendapatkan perawatan medis yang memadai. "Termasuk memberikan dukungan kepada keluarga korban, baik dalam bentuk bantuan hukum maupun pemulangan jenazah PMI yang meninggal dunia,” sambung dia.
P2MI juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan atase kepolisian di KBRI Kuala Lumpur, guna memperoleh akses kekonsuleran guna menjenguk para korban serta memastikan hak-hak mereka terlindungi. (Bow/Oryza)











