- TNI AL Kerahkan 5 Kapal Perang, 2 Helikopter dan Ratusan Prajurit di Lokasi Gempa Bumi NTT
- The North Green Movement IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional
- Lagi, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah di Bangka Belitung
- Kapal Kendaraan Terbesar Sandar di Patimban, Uji Car Terminal Construction, Berjalan Lancar di Dermaga Paket 5
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri
- Gebyar Kemerdekaan, Pelindo Terminal Petikemas Periksa Kesehatan 200 Balita dan Lansia di Kawasan Pelabuhan
- Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
- 4 Ton Ikan Layang Ditebar KKP untuk Warga Jakarta Pusat
- Angkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT, Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan
- Keren.. Prajurit TNI AL Menggelar Upacara Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut
24 Pekerja Migran Ilegal Pulang ke Indonesia Bawa Balita & Bayi Turun di Laut Diamankan TNI AL

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Fleet One Quick Respond (F1QR1) Lanal Dumai jajaran Koarmada I berhasil mengamankan 24 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural .Foto: Dispenal yg
Indonesiamaritimenews.com (IMN), Pekerja Migran Indonesia ilegal dari Malaysia sebanyak 24 orang membawa bayi dan balita diturunkan di laut diamankan TNI AL.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Fleet One Quick Respond (F1QR1) Lanal Dumai jajaran Koarmada I berhasil mengamankan 24 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural tersebut saat kembali dari Malaysia di Pesisir Pelintung, Dumai Prov. Riau, Selasa (30/1).
Baca Lainnya :
- Satgas MTF TNI Konga Lakukan Advance Maneuvering Exercise di Laut Mediterania0
- Tak Kuat Lawan Arus, Petugas Damkar Hanyut di Sungai Martapura, TNI AL dan Tim SAR Temukan Korban0
- Prajurit Bintara Pembina Maritim Posal Banyuwangi Perbaiki Rumah Apung Nelayan0
- Ratusan Liter Miras Mau Dikirim Pakai Kapal Pelni, Digagalkan Prajurit TNI AL0
- TNI AL Terima Helikopter Phanter Anti Kapal Selam, Ini Spesifikasinya0
Pengungkapan PMI non prosedural dari Malaysia ini merupakan hasil dari penyisiran, pemantauan, dan pengintaian tim gabungan di bibir Pantai Pelintung Kota Dumai. PMI Non Prosedural yang berhasil diamankan itu 24 orang, terdiri dari 16 laki-laki dan 6 perempuan dimana diantara terdapat 1 Balita berusia 3 tahun dan 1 Bayi berusia 6 bulan.
Dari keterangan yang didapat, PMI ini berangkat dari Sungai Rumbai Malaka (Malaysia) menuju Indonesia tepatnya di wilayah Pelintung, Dumai, Riau dengan biaya keberangkatan bervariasi antara 4 – 5 juta Rupiah menggunakan HSC (High Speed Craf) dengan kapasitas 3 mesin tempel (3X200 PK) dan selanjutnya mereka diturunkan di laut sekitar 1 NM dari bibir pantai.
Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Kariady Bangun, menyampaikan bahwa sebanyak 24 orang PMI non Prosedural ini diamankan di Mako Lanal Dumai untuk pemeriksaan awal, selanjutnya PMI Non Prosedural dan barang bukti diserahkan ke Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk proses lebih lanjut.
Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa keberhasilan TNI AL dalam mengamankan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural dari Malaysia, merupakan salah satu bentuk kesiapan dan kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi berbagai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah teritorial Indonesia.(Bow/Oryza)











