- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
- Tiga Bulan, KKP Ekspor 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS
2 Korban KM Muchlisa Belum Ditemukan, TNI AL Kerahkan KRI Soputan-923

Keterangan Gambar : Dua kru KM Muchlisa hilang saat kapal tersebut tenggelam dinperairan Penajam Paser Utara, Kaltim, belum ditemukan. TNI AL Kerahkan KRI Soputan-923 untuk mencari kedua korban. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BALIKPAPAN: Dua kru KM Muchlisa yang hilang saat kapal tersebut tenggelam di perairan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timut, belum ditemukan. TNI Angkatan Laut menurunkan kapal perang KRI Soputan-923 untuk mencari keberadaan korban.
KRI Soputan-923, salah satu unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II saat ini sedang melaksanakan operasi di bawah kendali Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Kapal ini ikut memberi bantuan dalam operasi Search and Rescue (SAR) korban tenggelamnya kapal penyeberangan KM Muchlisa di perairan Teluk Balikpapan. Hingga Rabu (7/5/2025) kedua korban, Kedua korban yaitu Kahayu (perempuan Mualim 1) dan Ilham (Kelasi) masih dalam pencarian.
Baca Lainnya :
- Jenazah Tanpa Indentitas Ngambang di Laut, Dievakuasi Prajurit Lanal Banyuwangi dan Basarnas0
- KMP Muchlisa Tenggelam, 42 Penumpang Selamat, 2 ABK Hilang Masih Dicari0
- KM Ade Putra Karam di Selat Malaka, 5 ABK Terombang-ambing Diselamatkan Tim SAR Pekanbaru0
- Nelayan Pingsan Kapal Terombang-ambing, Diselamatkan Prajurit Hantu Laut Satgasmar0
- Nekat Mau Bunuh Diri Naik Motor Terjun ke Laut, Nyawa PNS Diselamatkan Remaja Atlet Layar TNI AL0
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Senin, 5 Mei 2025 sekitar pukul 15.00 WITA. Begitu menerima informasi awal dari Pos Angkatan Laut (Posal) Penajam, Komandan KRI Soputan-923 Mayor Laut (P) Hasan Mubarok, segera mengerahkan satu tim SAR yang terdiri dari penyelam dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II yang onboard di KRI Soputan-923, tim sekoci, dan personel kesehatan kapal.
Setelah berkoordinasi dengan Koordinator SAR setempat, tim SAR KRI Soputan-923 segera melaksanakan penyelaman untuk membantu pencarian terhadap korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal KM Muchlisa.
Hasilnya kemudian dilaporkan secara resmi kepada Koordinator SAR. Untuk proses lanjutan evakuasi dan pencarian akan diteruskan oleh Basarnas, Lanal Balikpapan, serta instansi terkait lainnya.
Pelibatan KRI Soputan-923 dalam operasi ini merupakan wujud nyata implementasi perintah Panglima Koarmada II, Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, yang menegaskan bahwa seluruh unsur Koarmada II yang sedang bertugas harus siap memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat kemanusiaan seperti operasi SAR.
Tenggelamnya KM Muchlisa
Diberitakan Indonesiamaritimenews.com sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal KMP Muchlisa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kapal feri tersebut tenggelam saat melayani penumpang dan barang, Senin (5/5/2025).
Kapal tersebut membawa 44 orang terdiri dari 23 penumpang dan 21 orang kru kapal. Kapal tersebut juga membawa 2 sepeda motor dan 7 mobil. Kapal tersebut tiba di sekitar perairan Kabupaten Penajam Paser Utara sekira pukul 15.00 Wita.
Namun ketika proses sandar, tidak ada pergerakan pada mesin kiri. Setelah dicek oleh ABK, ternyata as propeller kapal patah. Kru kapal segera meminta bantuan kepada PT Ferry 3 Anugerah untuk mengandaskan kapal agar tidak tenggelam. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil. KMP Muchlisa pun akhirnya karam.
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap para penumpang. Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan, namun ada 2 ABK yang terjebak saat peristiwa terjadi, belum ditemukan petugas. Kedua korban yaitu Kahayu (perempuan Mualim 1) dan Ilham (Kelasi). (Arry/Oryza)











