- KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul, Masuk ke SPPG hingga Ritel Modern
- KKP Berhasil Tembus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika
- Pakaian Bekas Rp 2,8 M Gagal Diselundupkan, Keburu Diciduk TNI AL , Kapal dan Muatan Disita
- Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Serukan Perbaikan Sistem Ekonomi dan Penegakan Kedaulatan Nasional
- 3 Kapal Perang Pakistan Diawasi KRI Wiratno-379 di Teluk Jakarta
- IPC TPK Panjang Lampung Dorong Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas
- Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau, Terima Tanaman Langka dari Kebun Raya Purwodadi
- Tragedi Pencegatan Kapal Laut Global Sumud Flotila Menggeser Trending Topik Berita Kekalahan Perang AS-Israel Lawan Iran
- Refleksi HPN 2026, Pemberitaan Tentang Anak dalam Perspektif News-Making Criminology
- Susunan Pengurus Baru PWI Pusat Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen Gantikan Almarhum Zulmansyah Sekedang
2 Korban KM Muchlisa Belum Ditemukan, TNI AL Kerahkan KRI Soputan-923

Keterangan Gambar : Dua kru KM Muchlisa hilang saat kapal tersebut tenggelam dinperairan Penajam Paser Utara, Kaltim, belum ditemukan. TNI AL Kerahkan KRI Soputan-923 untuk mencari kedua korban. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BALIKPAPAN: Dua kru KM Muchlisa yang hilang saat kapal tersebut tenggelam di perairan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timut, belum ditemukan. TNI Angkatan Laut menurunkan kapal perang KRI Soputan-923 untuk mencari keberadaan korban.
KRI Soputan-923, salah satu unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II saat ini sedang melaksanakan operasi di bawah kendali Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Kapal ini ikut memberi bantuan dalam operasi Search and Rescue (SAR) korban tenggelamnya kapal penyeberangan KM Muchlisa di perairan Teluk Balikpapan. Hingga Rabu (7/5/2025) kedua korban, Kedua korban yaitu Kahayu (perempuan Mualim 1) dan Ilham (Kelasi) masih dalam pencarian.
Baca Lainnya :
- Jenazah Tanpa Indentitas Ngambang di Laut, Dievakuasi Prajurit Lanal Banyuwangi dan Basarnas0
- KMP Muchlisa Tenggelam, 42 Penumpang Selamat, 2 ABK Hilang Masih Dicari0
- KM Ade Putra Karam di Selat Malaka, 5 ABK Terombang-ambing Diselamatkan Tim SAR Pekanbaru0
- Nelayan Pingsan Kapal Terombang-ambing, Diselamatkan Prajurit Hantu Laut Satgasmar0
- Nekat Mau Bunuh Diri Naik Motor Terjun ke Laut, Nyawa PNS Diselamatkan Remaja Atlet Layar TNI AL0
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Senin, 5 Mei 2025 sekitar pukul 15.00 WITA. Begitu menerima informasi awal dari Pos Angkatan Laut (Posal) Penajam, Komandan KRI Soputan-923 Mayor Laut (P) Hasan Mubarok, segera mengerahkan satu tim SAR yang terdiri dari penyelam dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II yang onboard di KRI Soputan-923, tim sekoci, dan personel kesehatan kapal.
Setelah berkoordinasi dengan Koordinator SAR setempat, tim SAR KRI Soputan-923 segera melaksanakan penyelaman untuk membantu pencarian terhadap korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal KM Muchlisa.
Hasilnya kemudian dilaporkan secara resmi kepada Koordinator SAR. Untuk proses lanjutan evakuasi dan pencarian akan diteruskan oleh Basarnas, Lanal Balikpapan, serta instansi terkait lainnya.
Pelibatan KRI Soputan-923 dalam operasi ini merupakan wujud nyata implementasi perintah Panglima Koarmada II, Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, yang menegaskan bahwa seluruh unsur Koarmada II yang sedang bertugas harus siap memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat kemanusiaan seperti operasi SAR.
Tenggelamnya KM Muchlisa
Diberitakan Indonesiamaritimenews.com sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal KMP Muchlisa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kapal feri tersebut tenggelam saat melayani penumpang dan barang, Senin (5/5/2025).
Kapal tersebut membawa 44 orang terdiri dari 23 penumpang dan 21 orang kru kapal. Kapal tersebut juga membawa 2 sepeda motor dan 7 mobil. Kapal tersebut tiba di sekitar perairan Kabupaten Penajam Paser Utara sekira pukul 15.00 Wita.
Namun ketika proses sandar, tidak ada pergerakan pada mesin kiri. Setelah dicek oleh ABK, ternyata as propeller kapal patah. Kru kapal segera meminta bantuan kepada PT Ferry 3 Anugerah untuk mengandaskan kapal agar tidak tenggelam. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil. KMP Muchlisa pun akhirnya karam.
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap para penumpang. Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan, namun ada 2 ABK yang terjebak saat peristiwa terjadi, belum ditemukan petugas. Kedua korban yaitu Kahayu (perempuan Mualim 1) dan Ilham (Kelasi). (Arry/Oryza)











