- Bareskrim Polri Hentikan Sepak Terjang 4 WN China Kasus Tambang Ilegal di Papua, Pelaku Diringkus
- KRI Bima Suci Sandar di Shanghai China, Taruna AAL dan Genderang Suling Bakal Unjuk Kebolehan
- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
TNI AL Kembali Dipercaya Pimpin ADVANCE Maneuvering Exercise MTF di Laut Mediterania

Keterangan Gambar : KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) sebagai salah satu unsur yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL kembali dipercaya memimpin pelaksanaan latihan manuver di perairan Mediterania, Lebanon. Foto: Dispenal.
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LEBANON: KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) sebagai salah satu unsur yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL kembali dipercaya memimpin pelaksanaan latihan manuver di perairan Mediterania, Lebanon.
Event internasional Miscellenous Exercise (Miscex) 831 Advance Maneuvering Exercise dengan kapal-kapal unsur Maritime Task Force (MTF) digelar di Area of Maritime Operation (AMO) perairan Mediterania, Lebanon, Kamis (2/10/2025).
Latihan manuver ini untuk kesekian kalinya semenjak KRI SIM-367 bergabung dalam unsur MTF UNIFIL ini melibatkan seluruh unsur MTF yaitu FGS Sachsen-Anhalt F-224 (Jerman), BNS Sangram F-113 (Bangladesh), HS Kanaris F-464 (Yunani), Saida PB-6 (Lebanon) dan KRI Sultan Islandar Muda-367 serta Heli AS 565 HS-1306 Mbe Panther.
Baca Lainnya :
- KRI Wahidin Sudirohusodo-991 Sukses Jalankan Diplomasi Maritim di Kawasan Pasifik0
- Presiden Prabowo Cetak Sejarah! Indonesia Urutan Ketiga Pidato di Sidang PBB Setelah Trump0
- Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Sinergi Atasi Tantangan Global0
- Pidato Presiden Prabowo di PBB: Akhiri Tragedi Gaza, Dukung Solusi 2 Negara0
- Bakti Sosial TNI AL, Masyarakat Papua Nugini Antusias Berobat di Atas KRI Wahidin Sudirohusodo-9910
Seluruh kapal berlayar dalam formasi dan saling unjuk kemampuan di tengah kondisi Laut Mediterania yang bergelombang, membentuk formasi untuk menghadapi simulasi ancaman multidomain pada peperangan laut yang kompleks.
Dalam latihan ini, Force Commander UNIFIL didampingi oleh MTF Commander meninjau langsung dari atas kapal FGS Sachsen-Anhalt F-224 guna melihat lebih dekat kehandalan manuver, interoperabilitas, profesionalitas, dan kesiapsiagaan seluruh unsur MTF dalam menghadapi segala ancaman.
Komandan KRI SIM-367 selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII/P UNIFIL, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, menjelaskan bahwa latihan yang telah dirancang oleh MTF UNIFIL ini memiliki peran sentral dalam arsitektur mandat Resolusi PBB 1701 yang dimaksudkan untuk mempertajam naluri tempur, memperkuat interoperabilitas dan meningkatkan kredibilitas sebagai pasukan perdamaian dunia.
“Latihan ini juga juga merupakan implementasi dari upaya confidence building measure. Kepercayaan untuk berkiprah dalam operasi dan latihan bersama unsur multinasional memiliki arti penting bagi diplomasi angkatan laut,” ujar Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII/P UNIFIL.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sangat mengapreasiasi atas capaian yang telah diraih oleh Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/ UNIFIL. Kasal senantiasa menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan, serta menjaga nama baik TNI AL, bangsa dan negara agar tetap harus di dunia internasional. (Arry/oryza)











