- Latma Orruda 2026 di Rusia Dimulai, Uji Ketangguhan dan Kesiapan Tempur Prajurit Jalasena
- Edukasi Maritim, PELNI Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai Diikuti 250 Anak-anak
- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
- Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 Dimeriahkan Tokoh Lintas Generasi dan Negeri, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siap Orasi Budaya
- Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional Positif Sepanjang Semester I 2026
- Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Terima Bongkar Muat MV. MSC CARLA III
- KPK Suvervisi Tata Kelola BBM PELNI, Pastikan Transparansi dan Cegah Korupsi
Tim Kodaeral IX dan Wanadri Selam Konservasi Terumbu Karang dan Bersihkan Bawah Laut

Keterangan Gambar : Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers menggelar kegiatan penyelaman konservasi lingkungan laut di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku, Sabtu (6/6/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MALUKU: Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers menggelar kegiatan penyelaman konservasi lingkungan laut di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Operasi Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers, Jose Najri Nanda di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku pada Sabtu (6/6/2026).
Menurut Jose, kegiatan tersebut difokuskan pada pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang serta pembersihan sampah yang berada di dasar laut sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem bawah laut Pulau Buru.
Baca Lainnya :
- 40 Peserta Ikuti Pelatihan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Jikumerasa0
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan0
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal0
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda0
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan0
Dalam kegiatan ini personel dibagi 4 tim, yakni Team Alfa, Team Bravo, Team Charli, dan Team Delta dengan tugas dan area operasi yang berbeda guna mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan konservasi bawah laut.
Team Alfa bertugas melaksanakan pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang sekaligus melakukan pengambilan sampah yang berada di bawah laut.
"Tim ini berfokus pada identifikasi dan pengumpulan bibit karang yang layak untuk dikembangkan kembali pada lokasi transplantasi," kata Jose.
Sementara itu, Team Bravo bertugas melakukan penanaman bibit terumbu karang hasil pengambilan Team Alfa pada media tanam berupa spider yang telah dipasang di lokasi penyelaman.
Kegiatan ini dipimpin oleh perwira Kodaeral lX, Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan proses transplantasi terumbu karang berjalan optimal dan sesuai prosedur konservasi.
Di lokasi berbeda, Team Charli melaksanakan tugas serupa dengan Team Alfa, yakni pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang serta pembersihan sampah bawah laut.
Pada kegiatan tersebut, Team Charli mengambil jenis terumbu karang Porites Verrucosa, yakni jenis karang yang memiliki bentuk menyerupai kembang kol, bercabang namun keras seperti batu, serta umum dijumpai di berbagai perairan.
Adapun Team Delta bertugas melakukan penanaman bibit terumbu karang pada media spider di dasar laut, sekaligus melaksanakan pemasangan spider sebagai media tanam pada titik-titik lokasi konservasi terumbu karang.
Pelaksanaan tugas Team Delta juga dipimpin langsung oleh Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan pemasangan media transplantasi dan proses penanaman berjalan dengan baik.
Kegiatan penyelaman konservasi ini merupakan bentuk sinergitas antara Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers dalam mendukung pelestarian ekosistem laut, khususnya menjaga keberlangsungan terumbu karang serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah yang dapat mengganggu keseimbangan biota bawah laut. (Arry/Mar)











