- Kapasitas Pelabuhan Naik, Harus Diimbangi Penguatan Ekosistem Logistik Darat
- PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota
- Asian Games 2026, Atlet TNI AL Berjaya Sumbang 2 Medali
- Innalillahi... Maestro Seni-Politisi Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
- Penyelam TNI AL Kembali Temukan 5 Jenazah di Lambung KMP Virgo Transport-8
- KKP Gandeng Kemenkop, BP BUMN dan Kemenkeu Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri
- Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam TNI AL Temukan 14 Jenazah di Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Apresiasi Pengabdian Merah Putih Kodaeral IV, TNI AL Raih Dua Penghargaan dari Pemprov Kepri
Tim Kodaeral IX dan Wanadri Selam Konservasi Terumbu Karang dan Bersihkan Bawah Laut

Keterangan Gambar : Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers menggelar kegiatan penyelaman konservasi lingkungan laut di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku, Sabtu (6/6/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MALUKU: Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers menggelar kegiatan penyelaman konservasi lingkungan laut di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Operasi Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers, Jose Najri Nanda di kawasan Pantai Jikumerasa, Kec. Lilialy, Kab. Buru, Maluku pada Sabtu (6/6/2026).
Menurut Jose, kegiatan tersebut difokuskan pada pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang serta pembersihan sampah yang berada di dasar laut sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem bawah laut Pulau Buru.
Baca Lainnya :
- 40 Peserta Ikuti Pelatihan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Jikumerasa0
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan0
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal0
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda0
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan0
Dalam kegiatan ini personel dibagi 4 tim, yakni Team Alfa, Team Bravo, Team Charli, dan Team Delta dengan tugas dan area operasi yang berbeda guna mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan konservasi bawah laut.
Team Alfa bertugas melaksanakan pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang sekaligus melakukan pengambilan sampah yang berada di bawah laut.
"Tim ini berfokus pada identifikasi dan pengumpulan bibit karang yang layak untuk dikembangkan kembali pada lokasi transplantasi," kata Jose.
Sementara itu, Team Bravo bertugas melakukan penanaman bibit terumbu karang hasil pengambilan Team Alfa pada media tanam berupa spider yang telah dipasang di lokasi penyelaman.
Kegiatan ini dipimpin oleh perwira Kodaeral lX, Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan proses transplantasi terumbu karang berjalan optimal dan sesuai prosedur konservasi.
Di lokasi berbeda, Team Charli melaksanakan tugas serupa dengan Team Alfa, yakni pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang serta pembersihan sampah bawah laut.
Pada kegiatan tersebut, Team Charli mengambil jenis terumbu karang Porites Verrucosa, yakni jenis karang yang memiliki bentuk menyerupai kembang kol, bercabang namun keras seperti batu, serta umum dijumpai di berbagai perairan.
Adapun Team Delta bertugas melakukan penanaman bibit terumbu karang pada media spider di dasar laut, sekaligus melaksanakan pemasangan spider sebagai media tanam pada titik-titik lokasi konservasi terumbu karang.
Pelaksanaan tugas Team Delta juga dipimpin langsung oleh Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan pemasangan media transplantasi dan proses penanaman berjalan dengan baik.
Kegiatan penyelaman konservasi ini merupakan bentuk sinergitas antara Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers dalam mendukung pelestarian ekosistem laut, khususnya menjaga keberlangsungan terumbu karang serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah yang dapat mengganggu keseimbangan biota bawah laut. (Arry/Mar)











