- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
- KKP Siapkan 573 Pelatih Manajerial Pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih
- Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan Cepat dan Transparan
- Baksos di KRI Panah-626, Nelayan Kota Tual Berobat Gratis dan Dibagi Sembako
- Uji Naskah Doktrin TNI AL, Perkuat Landasan Operasi Maritim Adaptif dan Modern
- KRI Siwar-646 Berbagi Kasih di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe
- Goodbye Manila.. KRI Bima Suci Satlak KJK 2026 Otewe Tanah Air, Pelayaran Muhibah 124 Hari Berakhir
- Ini Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Menandatangani Maklumat Standar Pelayanan
- Gerakan Brebes ASRI, Danlanal Tegal Tanam Mangrove Bersama Menteri Lingkungan Hidup
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat, KRI Beladau-643 Sambangi 5 Pulau Terpencil
Sudah 3 Prajurit TNI Kontingen Garuda UNIFIL Gugur Kena Serangan Militer di Lebanon

Keterangan Gambar : Foto Ilustrasi: Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL 2025 saat berhasil menyelesaikan enam bulan misi perdamaian PBB di wilayah Lebanon Selatan. Para prajurit menerima penghargaan medali PBB (UN Medal). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sudah tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan, gugur akibat kena serangan militer.
Ketiga anggota TNI tersebut masing-masing: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya meninggal dunia di lokasi berbeda.
Kejadian pertama, Minggu malam (29/3/2026) serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan. Serangan militer tersebut yang diduga dilakukan Israel mengakibatkan seorang personel TNI, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia.
Baca Lainnya :
- Dilepas Kasal, Wamendag, Wamen UMKM: KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet ASEAN Keliling 8 Negara0
- PM Takaichi: Jepang-Indonesia Siap Perkuat Ekonomi, Maritim dan0
- Wakasal Pimpin Deck Reception Taruna AAL dan ASEAN Plus Cadet Sail di Geladak KRI Bima Suci0
- Disambut Kodaeral III, 3 Kapal Perang Rusia Merapat di Tanjung Priok, Ada Apa ?0
- Diserang Israel, Anggota TNI Satgas UNIFIL Gugur di Lebanon0
Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL hingga meggakibatkan dua anggota TNI gugur. Keduanya adalah, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, saat itu tentara Indonesia sedang mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan ketika tiba-tiba kendaraan itu meledak. Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan dua anggota TNI gugur, namun 2 prajurit lainnya juga terluka. Dua prajurit yang mengalami luka-luka yaitu Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” jelas Mayjen TNI Aulia, Selasa (31/3/2026).
Insiden di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya 3 prajurit TNI dikecam berbagai pihak. MPR RI mengecam keras insiden tersebut dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi ke Israel atas serangan ke sekitar UNIFIL hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur.
"MPR mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," tegas Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (Bow/Mar)











