- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Subhanallah... Nelayan Tua Seminggu Terombang-ambing di Laut, Srlamat di Dalam Kotak Ikan

Keterangan Gambar : Nelayan tua seminggu terapung di laut. Foto: ist
Indonesiamaritimenews. com(IMN),BATAM: Subhanallah. Seorang nelayan tua, selamat dari maut meski telah seminggu terombang-ambing di laut lepas di dalam kotak fiber ikan. Ia ditemukan oleh kapal tanker lalu dievakuasi.
Nelayan tersebut, Sunardi, berusia sekitar 65 tahun asal Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Riau. Dia terombang-ambing selama 7 hari dari perairan Bintan hingga ke perairan Bangka Belitung.
Perahu yang digunakan Sunardi pecah dihantam gelombang tinggi saat ia tengah melaut. Sunardi selamat setelah ia masuk ke dalam boks fiber penampung ikan.
Baca Lainnya :
- Inbreng Saham Anak Usaha Pelindo Dituntaskan, Ini Pesan Dirut Arif Suhartono0
- Pelindo Solusi Logistik Efisiensi dan Optimalkan Layanan Integrasi Multimoda 0
- Panglima Kolinlamil: Prajurit Harus Militan dan Berjiwa Ksatria0
- Seminggu Ditempa Arungi Samudera, 1.558 Siswa Kodiktanal Kembali ke Kawah Candradimuka0
- Kasus Korupsi di Tanjung Priok, Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Diganjar 8 Tahun Penjara0
Kepala Satuan Polairud Polres Bintan, Iptu Sarianto, Rabu (1/2/2023) kepada wartawan mengatakan Sunardi diselamatkan oleh kapal yang melintas. Ia lalu dibawa ke Jakarta sebelum dipulangkan ke kampungnya.
Dijelaskan Sarianto, nelayan itu pergi memancing menggunakan kapal pompong. memancing di perairan Pulau Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Senin (23/1) lalu.
Kapal pompong tersebut di tengah perjalanan mengalami kerusakan pada mesin. Akibatnya kapal tersebut hanyut. "Karena cuaca buruk kapal korban dihantam ombak dan tenggelam. Korban menyelamatkan diri menggunakan fiber penampungan ikan," ungkap Sarianto.
Ia ditemukan dan diselamatkan kru kapal MT Griya Cirebon yang melintas pada Senin (30/1/2023). Awak kapal melihat korban terapung-apung di perairan Pulau Toti Timur, Bangka. Sunardi lalu ikut kapal yang menyelamatkannya ke Jakarta. Ia kemudian dititipkan di rumah singgah Bintan sebelum dipulangkan.
Sunardi adalah warga RT05/RW12, Kampung Keke, Kelurahan Kijang Kota, Bintan. Istrinya, Marini bersyukur suaminya ditemukan selamat. "Alhamdulillah sehat," kata Marini kepada awak media.
Marini mengatakan, pada Senin (23/1) suaminya pamit pergi mancing menggunakan kapal miliknya sendiri sekitar pukul 08.00 WIB.
Seminggu tidak pulang juga, Marini gelisah dan cemas. Ia lalu menelepon teman suaminya, tapi si teman tidak mengetahui nasib Sunardi.
Dikatakan Marini, suaminya baru kali ini kembali melaut untuk memancing. Sudah sekitar 3-4 bulan suaminya tidak turun ke laut. Wanita ini sangat bersyukur suaminya ditemukan selamat. (Riz/Oryza)











