Stop Buang Plastik ke Laut, Ayo Tukar Sampah dengan Uang Digital Lewat Program ASDP

By Indonesia Maritime News 23 Jan 2023, 23:14:20 WIB Perhubungan
Stop Buang Plastik ke Laut, Ayo Tukar Sampah dengan Uang Digital Lewat Program ASDP

Keterangan Gambar : Foto: ASDP


Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen terus memerangi sampah plastik di laut. Tindakan mencegah sampah dibuang ke laut, yaitu lewat penggunaan mesin Reverse Vending Machine (RVM) botol plastik di sejumlah lokasi kantor dan pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin menjelaskan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pihaknya berkomitmen mengurangi pembuangan limbah plastik ke laut oleh masyarakat. Karena limbah plastik berpotensi merusak kelangsungan hidup biota laut di seluruh perairan Indonesia.

Dalam program penggunaan RVM tersebut, ASDP bekerjasama dengan aplikasi PlastikPay. Program ini juga sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 12, 13 dan 14 tentang Lingkungan dan Penggunaan Plastik.

Baca Lainnya :

Menurut Sjelvy, setiap individu masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan dengan menabung botol plastik yang telah dipakai menggunakan mesin RVM yang tersambung dengan aplikasi PlastikPay.

"Setiap orang yang memasukkan botolnya akan mendapatkan poin di aplikasi PlastikPay, yang kemudian bisa dikumpulkan dan bisa ditukarkan dengan uang digital," ungkap Shelvy, Senin (23/1/2023).

Dengan mengusung tema Save Our Ocean, ASDP berharap kehidupan bawah laut tidak terganggu dengan sampah plastik yang digunakan secara tidak bertanggung jawab oleh manusia.

LOKASI RVM

Diungkapkan Shelvy, lokasi RVM ASDP berada di tiga titik yakni dua di Jakarta dan satu berlokasi di Merak, Banten. Selain RVM,  ASDP juga menempatkan dropbox manual di 4 titik di Jabodatabek dan Merak.

ASDP akan menambah lebih banyak lagi lokasi baik untuk RVM maupun dropbox. "Sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang memanfaatkannya dan turut membantu menjaga dan melestarikan lingkungan," kata Shelvy.

Sebagai catatan, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2020, wilayah lautan Indonesia sudah tercemar 1,7 Kg sampah per meter persegi (Kg/m2). Dengan total luas lautan Indonesia 3,25 juta km² maka diperkirakan jumlah sampah di laut mencapai 5,75 juta ton.

Adapun jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah limbah plastik, dengan bobot seberat 627,80 gr/m² atau memiliki proporsi 35,4 persen dari total sampah di laut Indonesia pada 2020. Selain didominasi limbah plastik, sampah lainnya adalah kaca, keramik, logam, kayu, karet, busa plastik, kertas, kardus, dan jenis lainnya.

Komitmen ASDP dalam menjaga dan melestarikan lingkungan juga diimplementasikan dengan penerapan operasi kapal ferry ramah lingkungan dan berkelanjutan atau green shipping.

Pengoperasian kapal berbasis green shipping, adalah bentuk dukungan perusahaan sebagai BUMN memenuhi target pemerintah mencapai nol emisi karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

"Sebagai perusahaan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan global, ASDP akan terus berusaha menjadi bagian dari perusahaan yang berkomitmen kuat terhadap lingkungan berkelanjutan, salah satunya melalui perluasan green shipping di seluruh armada kapal kami," kata Shelvy.

Saat ini, ASDP mengoperasikan 219 unit kapal, yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat di 311 lintasan hingga pelosok Tanah Air. (Arry/ Oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment