- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Sea Phase MNEK 2025 Puluhan Kapal Perang dan Pesawat Udara Bentuk

Keterangan Gambar : Bentuk Formasi 19 Kapal Perang Asing, 19 KRI, 7 Heli dan 3 MPA serta seluruh Alutsista yang menjadi peserta 5TH Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 di Laut Bali, Sabtu (22/2/25).Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pangkoarmada II Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo on board di KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 memimpin bentuk formasi, 19 Kapal Perang Asing, 19 KRI, 7 Heli dan 3 MPA serta seluruh Alutsista yang menjadi peserta 5TH Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 di Laut Bali, Sabtu (22/2/25).
Formasi tersebut diabadikan dengan Photo Exercise (Photex) atau foto udara yang diambil dari Pesawat Udara Casa NC212 Puspenerbal. Seluruh kapal perang membentuk jajar berlayar di lautan. Selain kapal perang, 5 Pesawat Bonanza G36, 1 Pesawat Baron G58 (Tergabung Rajawali Laut Flight) dan 1 Pesawat King Air 350i dan CN 235MPA, ikut serta dalam formasi tersebut.
Bukan hanya Photo Exercise, beberapa latihan juga digelar pada tahap Sea Phase seperti Seamanship Exercise atau latihan pelayaran bersama, Search and Rescue Exercise (SAREX) atau latihan penanganan bantuan dan penyelamatan di laut, serta Sail Past atau latihan pelayaran dan penghormatan di laut.
Usai melaksanakan tahap Sea Phase ini, seluruh negara peserta akan kembali menuju negaranya masing-masing yang turut menyukseskan gelaran 5TH MNEK 2025 ini.
Sebelumnya pada tahap Harbor Phase, seluruh negara peserta telah bersatu dalam latihan untuk saling berdiskusi hingga bekerja sama dalam bidang penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti bantuan kesehatan donor darah, operasi kecil, pengecekan kesehatan umum dan gigi hingga operasi katarak serta bantuan kemanusiaan berupa pembangunan jalan, fasilitas umum, tempat ibadah dan gedung sekolah.
Pelaksanaan 5th MNEK 2025, merupakan wujud implementasi dari UU No.34 Tahun 2024 pasal 9, tentang tugas pokok TNI AL yang salah satunya yaitu melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut, sesuai kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh prajurit TNI AL agar dapat meningkatkan kemampuannya, dalam hal ini bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), serta menjaga hubungan diplomasi yang baik dengan negara sahabat guna mencapai kejayaan Angkatan Laut.(Arry)Oryza)











